**Koster: Pembangunan Bali 100 Tahun Harus Berdasarkan Pondasi yang Kuat** **Pembuka** Pada hari jadi ke-68 Provinsi Bali tahun 2026, Gubernur Bali Wayan Koster memimpin upacara bendera di Lapangan Niti Mandala, Denpasar. Dalam amanatnya, Koster menekankan pentingnya momentum peringatan hari jadi sebagai refleksi atas capaian pembangunan dan komitmen menjaga masa depan Bali. **Momen Penentu di Menit Akhir** Dalam pidatonya, Koster menjelaskan bahwa Peringatan Hari Jadi Provinsi Bali tahun ini mengusung tema “Suci Lascarya Nusa Wijaya”, yang mengandung makna tulus ikhlas untuk kejayaan Bali. Tema ini mengandung pesan luhur bahwa setiap karya, pengabdian, dan pelayanan yang kita lakukan harus dilandasi ketulusan hati, menjunjung integritas, mengutamakan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi maupun golongan, serta semangat gotong royong dan bertanggung jawab demi Nindihin Gumi Bali, mewujudkan Bali Era Baru: Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan Niskala-Sekala. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Pada tahun 1958, Provinsi Bali berdiri dan telah berhasil melewati berbagai tantangan dinamika lokal, nasional, hingga global. Undang-Undang Nomor 15 Tahun 2023 tentang Provinsi Bali menjadi dasar hukum kuat yang mengakui keberadaan desa adat, subak, Sat Kerthi, kebudayaan, serta kearifan lokal Bali. Peraturan Daerah Provinsi Bali Nomor 4 Tahun 2023 tentang Haluan Pembangunan Bali Masa Depan 100 Tahun Bali Era Baru (2025â2125) menetapkan arah pembangunan daerah untuk periode 2025â2030. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Koster menjelaskan bahwa periode 2025â2030 merupakan momentum pertama pelaksanaan Haluan Pembangunan Bali 100 Tahun tersebut. Keberhasilan momentum pertama pembangunan Bali 5 tahun ke depan akan menjadi pondasi yang menentukan keberhasilan dan keberlanjutan peradaban serta masa depan generasi penerus Bali sampai 100 tahun ke depan, bahkan sepanjang zaman. Pembangunan Bali dipfokuskan pada enam bidang prioritas utama melalui Pola Pembangunan Semesta Berencana, yaitu: Adat, agama, tradisi, seni budaya, dan kearifan lokal; Kesehatan, pendidikan, pemuda olahraga, jaminan sosial, dan ketenagakerjaan; Transformasi perekonomian dengan Ekonomi Kerthi Bali; dan Energi, lingkungan hidup, dan teknologi informasi. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Dalam kesimpulan, Koster menekankan bahwa pembangunan Bali 100 tahun harus berdasarkan pondasi yang kuat. Momentum ini merupakan kesempatan bagi pemerintah dan masyarakat Bali untuk bekerja sama dalam menciptakan Bali yang berkualitas, unggul, berdaya saing, dan berkelanjutan. Dengan demikian, Bali dapat menjadi contoh bagi daerah-daerah lain di Indonesia dan dunia dalam menciptakan pembangunan yang berkelanjutan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/bali/603148/pimpin-upacara-hut-ke-68-provinsi-bali-koster-tekankan-pondasi-haluan-pembangunan-100-tahun, without altering the facts of the original article.