27 Juli 2026
featured_image

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Label negatif pada anak dapat berdampak buruk hingga dewasa, menurut psikolog, karena membentuk citra diri negatif. Apakah Anda tahu bagaimana label negatif mempengaruhi anak?

Labeling pada Anak Bisa Berdampak Buruk hingga Dewasa, Psikolog Ungkap Bahaya Disebut Nakal atau Pemalas

Labeling pada anak, seperti menyebut “bodoh”, “malas”, atau “nakal” ketika melakukan kesalahan, ternyata dapat memberikan dampak besar pada perkembangan psikologis anak. Menurut psikolog, Maria Ulfah, M.Psi, dalam acara Morning Zone, ucapan orangtua memiliki pengaruh besar terhadap cara anak melihat dirinya sendiri. Istilah labeling dalam psikologi berarti proses ketika seseorang memberikan cap atau identitas tertentu kepada anak secara berulang.

Sebagai contoh, ketika anak melakukan kesalahan, orangtua sering mengucapkan kata-kata yang negatif, seperti “Engkau benar-benar bodoh” atau “Kamu terlalu malas”. Meski sering kali dilakukan dengan tujuan agar anak berubah menjadi lebih baik, ucapan tersebut justru berpotensi membentuk citra diri negatif pada anak. Anak yang terus-menerus mendengar bahwa dirinya adalah anak yang bodoh atau pemalas, bukan tidak mungkin ia mulai mempercayai hal tersebut sebagai bagian dari identitasnya.

Ketika anak mengalami labeling negatif, mereka cenderung memiliki kesulitan dalam mengembangkan kepercayaan diri. Mereka mungkin merasa tidak mampu mencapai tujuan atau mencapai kesuksesan dalam hidup. Labeling negatif juga dapat meningkatkan stres dan kecemasan pada anak, sehingga mereka cenderung menjadi lebih mudah marah atau emosional. Bahkan, labeling negatif dapat mempengaruhi hubungan anak dengan orang lain, seperti teman atau keluarga.

Dalam psikologi, labeling negatif dapat menyebabkan gangguan mental pada anak, seperti depresi atau gangguan kecemasan. Anak yang terus-menerus mendengar bahwa dirinya tidak cukup baik atau tidak cukup pintar, cenderung memiliki kemungkinan yang lebih tinggi mengalami gangguan mental. Oleh karena itu, orangtua harus berhati-hati dalam menuturkan ucapan kepada anak.

Orangtua dapat melakukan beberapa hal untuk menghindari labeling negatif pada anak. Pertama, orangtua harus berusaha untuk menggunakan kata-kata yang positif dan mendukung. Sebagai contoh, ketika anak melakukan kesalahan, orangtua dapat mengatakan “Aku percaya kamu bisa melakukannya lagi” atau “Aku senang kamu mencoba”. Kedua, orangtua harus berusaha untuk memberikan umpan balik yang konstruktif dan tidak menyalahkan anak. Sebagai contoh, ketika anak melakukan kesalahan, orangtua dapat mengatakan “Aku tidak senang dengan apa yang kamu lakukan, tetapi aku percaya kamu bisa melakukannya dengan cara yang lebih baik”. Ketiga, orangtua harus berusaha untuk mendengarkan anak dan memahami perasaannya. Sebagai contoh, ketika anak merasa sedih atau marah, orangtua dapat mengatakan “Aku tahu kamu sedih, apa yang kamu rasakan?”

Dengan berhati-hati dalam menuturkan ucapan kepada anak dan menggunakan kata-kata yang positif dan mendukung, orangtua dapat membantu anak mengembangkan kepercayaan diri yang lebih baik dan menghindari labeling negatif. Anak yang memiliki kepercayaan diri yang lebih baik cenderung memiliki kemungkinan yang lebih tinggi mencapai kesuksesan dalam hidup dan memiliki hubungan yang lebih baik dengan orang lain. Demikian informasi ini dapat memberikan wawasan yang lebih baik tentang pentingnya menggunakan kata-kata yang positif dan mendukung kepada anak.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://women.okezone.com/read/2026/07/23/629/3231901/psikolog-ungkap-bahaya-labeling-pada-anak-disebut-nakal-hingga-pemalas-bisa-terbawa-hingga-dewasa, without altering the facts of the original article.

Cara Kerja di Malaysia untuk WNI: Syarat, Gaji, Visa, dan Peluang Karier Lengkap

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Cara Menghadapi Perubahan Posisi dan Tanggung Jawab Baru

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Pentingnya Memiliki Portofolio Digital Dibandingkan Sekadar CV

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Mengembangkan Jiwa Kepemimpinan Sejak Masih Sekolah atau Kuliah

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *