Makassar menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di Sulawesi Selatan, sehingga tidaklah mengherankan bahwa kota ini mendominasi penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan. Menurut data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Makassar memegang pangsa sebesar 53,04 persen dalam penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan, dengan total kredit yang disalurkan sebesar Rp176,30 triliun pada semester satu 2026. Kredit produktif mencapai Rp91,89 triliun atau 52,28 persen, sedangkan kredit konsumtif sebesar Rp82,50 triliun atau 47,72 persen.
Momen Penentu di Menit Akhir
Menurut Kepala OJK Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat (Sulselbar) Moch Muchlasin, pertumbuhan kredit perbankan di Sulawesi Selatan masih didorong oleh sektor produktif. “Untuk penyaluran kredit sendiri, masih didominasi oleh sektor produktif dengan pangsa sebesar 52 persen,” kata Muchlasin, dalam Media Briefing di Kantor OJK Sulselbar, Jalan Sultan Hasanuddin, Makassar, Sulsel, Senin (3/8/2026).
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Menurut data OJK, dari total kredit sebesar Rp176,30 triliun, kredit produktif mencapai Rp91,89 triliun atau 52,28 persen. Sedangkan kredit konsumtif sebesar Rp82,50 triliun atau 47,72 persen. Berdasarkan lapangan usaha, sektor perdagangan besar dan eceran masih menjadi penerima kredit terbesar dengan nilai mencapai Rp37,96 triliun.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Domniasi Makassar dalam penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan dapat berdampak positif bagi perekonomian kota tersebut. Dengan kredit produktif yang lebih besar, pelaku usaha di Makassar dapat meningkatkan produksi dan pengembangan usaha mereka, sehingga dapat meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat. Namun, perlu diingat bahwa kredit konsumtif juga masih memainkan peran penting dalam penyaluran kredit perbankan di Sulawesi Selatan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Untuk meningkatkan kredit produktif dan mengurangi kredit konsumtif, perlu dilakukan upaya-upaya yang lebih lanjut. Pemerintah dan OJK perlu meningkatkan pendidikan dan pelatihan bagi pelaku usaha, serta meningkatkan akses ke kredit produktif bagi para pelaku usaha yang berpotensi. Dengan demikian, Makassar dapat terus menjadi pusat aktivitas ekonomi dan perdagangan di Sulawesi Selatan, dan perekonomian kota tersebut dapat terus tumbuh dan berkembang.
Perlu diingat bahwa kredit perbankan di Sulawesi Selatan masih memiliki potensi pertumbuhan yang besar. Dengan kerja sama yang lebih baik antara pemerintah, OJK, dan pelaku usaha, Sulawesi Selatan dapat menjadi salah satu daerah yang paling maju di Indonesia dalam hal ekonomi dan perdagangan.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/bisnis/1846249/makassar-dominasi-penyaluran-kredit-perbankan-di-sulsel-kuasai-5304-persen-dari-total-rp17630-t, without altering the facts of the original article.