Mengenal Johor Darul Ta'zim FC: Skuad, Pelatih, Stadion, Gelar, dan Fakta Menarik
Johor Darul Ta’zim FC, atau yang lebih dikenal sebagai JDT, merupakan salah satu klub sepak bola paling sukses di Malaysia. Klub berjuluk Southern Tigers atau Harimau Selatan ini telah membangun dominasi luar biasa di kompetisi domestik sekaligus meningkatkan reputasinya di level Asia.
Dalam beberapa tahun terakhir, JDT bukan hanya menjadi penguasa Liga Super Malaysia. Klub asal Johor tersebut juga tampil semakin kompetitif di AFC Champions League Elite, termasuk mencapai perempat final untuk pertama kalinya pada musim 2025/26.
Kesuksesan tersebut tidak terlepas dari kombinasi manajemen profesional, investasi fasilitas, kualitas pemain, pelatih berpengalaman, serta strategi pengembangan klub yang dilakukan secara berkelanjutan.
Lalu, seperti apa profil Johor Darul Ta’zim FC? Siapa pelatih dan pemain pentingnya? Di mana stadion kandangnya? Berikut ulasan lengkapnya.
Profil Johor Darul Ta’zim FC
Johor Darul Ta’zim FC merupakan klub yang berbasis di Johor, Malaysia. Klub ini berkompetisi di kasta tertinggi sepak bola Malaysia dan dikenal sebagai salah satu kekuatan terbesar di Asia Tenggara.
JDT menggunakan warna utama biru dan merah serta memiliki julukan Southern Tigers. Markas klub adalah Sultan Ibrahim Stadium, yang berada di Iskandar Puteri, Johor.
Dalam perkembangannya, JDT berhasil membangun identitas sebagai klub modern dengan target tidak hanya memenangkan kompetisi Malaysia, tetapi juga bersaing dengan klub-klub terbaik Asia.
Sejarah Singkat JDT
Transformasi besar Johor Darul Ta’zim dimulai pada awal dekade 2010-an. Perubahan manajemen dan visi klub menjadi titik penting dalam perjalanan JDT menuju dominasi sepak bola Malaysia.
Setelah memenangkan Liga Super Malaysia pada 2014, JDT mulai memasuki era kejayaan. Gelar tersebut menjadi awal dari rangkaian prestasi panjang yang kemudian menjadikan klub sebagai penguasa kompetisi domestik.
Pada 2015, JDT mencatat sejarah di level Asia setelah memenangkan AFC Cup. Kesuksesan tersebut membuat JDT menjadi klub Malaysia pertama yang berhasil mengangkat trofi kompetisi antarklub Asia tersebut.
Dominasi di Liga Malaysia
Salah satu fakta paling menarik mengenai Johor Darul Ta’zim FC adalah dominasinya di Liga Super Malaysia.
JDT telah memenangkan 12 gelar Liga Super secara beruntun, mulai 2014 hingga musim 2025/26. Klub secara resmi menyebut gelar musim 2025/26 sebagai gelar liga ke-12 berturut-turut.
Dominasi JDT bahkan semakin lengkap pada musim 2025/26. Klub tersebut memenangkan Piala Sumbangsih, Piala FA, Liga Super, dan Piala Malaysia, sekaligus mencatat quadruple domestik untuk musim tersebut.
JDT juga menjadi klub pertama dalam sejarah sepak bola Malaysia yang memenangkan seluruh trofi domestik utama selama empat musim berturut-turut.
Catatan tersebut menunjukkan betapa kuatnya JDT di kompetisi domestik.
Pelatih JDT: Xisco Muñoz
Salah satu sosok penting dalam perjalanan terbaru JDT adalah Xisco Muñoz.
Pelatih asal Spanyol tersebut ditunjuk sebagai pelatih kepala JDT pada Juni 2025 untuk menggantikan Hector Bidoglio.
Di bawah arahan Muñoz, JDT mampu mempertahankan dominasi domestik sekaligus mencatat perkembangan penting di kompetisi Asia.
Pada Februari 2026, Muñoz membawa JDT lolos ke babak 16 besar AFC Champions League Elite setelah menang 1-0 atas Vissel Kobe.
JDT kemudian menciptakan sejarah dengan mencapai perempat final kompetisi tersebut untuk pertama kalinya setelah menyingkirkan Sanfrecce Hiroshima dengan agregat 3-2.
Stadion Sultan Ibrahim
Sultan Ibrahim Stadium merupakan markas utama Johor Darul Ta’zim FC.
Stadion ini berada di Iskandar Puteri, Johor, dan menjadi salah satu simbol modernisasi sepak bola di negara bagian tersebut.
Dengan kapasitas sekitar 40.000 penonton, stadion ini dirancang sebagai fasilitas modern untuk mendukung aktivitas klub, pertandingan domestik, maupun pertandingan internasional.
Atmosfer pertandingan di Sultan Ibrahim Stadium menjadi salah satu kekuatan JDT. Dukungan suporter memberikan energi tambahan bagi pemain ketika menghadapi lawan, termasuk klub-klub kuat dari Asia.
Skuad Johor Darul Ta’zim FC
JDT memiliki skuad yang menggabungkan pemain lokal Malaysia dengan pemain asing dari berbagai negara.
Dalam daftar skuad JDT untuk kompetisi AFC Champions League Elite 2025/26 terdapat sejumlah nama penting seperti Arif Aiman, Bergson, Jairo, Ager Aketxe, Park Jun-heong, Hector Hevel, Nacho Méndez, Antonio Glauder, Jonathan Silva, Raul Parra, dan beberapa pemain lainnya.
Komposisi tersebut menunjukkan ambisi JDT membangun tim dengan kedalaman skuad yang memadai untuk menghadapi banyak kompetisi dalam satu musim.
Arif Aiman
Arif Aiman Hanapi merupakan salah satu pemain lokal paling menonjol di JDT.
Pemain Malaysia tersebut memiliki kemampuan bermain di sektor sayap dan dikenal karena kecepatan, teknik, kreativitas, serta kontribusinya dalam menciptakan peluang.
Perkembangan Arif Aiman menjadi salah satu bukti bahwa JDT tidak hanya bergantung kepada pemain asing, tetapi juga mampu mengembangkan talenta lokal berkualitas.
Bergson
Bergson da Silva merupakan salah satu penyerang penting JDT.
Striker asal Brasil tersebut memiliki kemampuan mencetak gol yang konsisten dan telah menjadi bagian penting dari lini serang klub.
Bergson juga menjadi salah satu pemain yang tampil dalam perjalanan JDT di AFC Champions League Elite. Pada leg pertama babak 16 besar melawan Sanfrecce Hiroshima, ia mencetak salah satu gol dalam kemenangan JDT 3-1.
Ager Aketxe
Nama lain yang menarik perhatian adalah Ager Aketxe. Gelandang asal Spanyol ini memiliki kemampuan teknis dan kualitas bola mati yang dapat memberikan variasi dalam serangan JDT.
Aketxe juga mencetak gol ketika JDT mengalahkan Sanfrecce Hiroshima 3-1 pada leg pertama babak 16 besar AFC Champions League Elite 2025/26.
Prestasi JDT di Asia
Selain mendominasi kompetisi Malaysia, JDT terus berusaha meningkatkan levelnya di Asia.
Prestasi paling penting dalam sejarah internasional klub adalah kemenangan di AFC Cup 2015.
Dalam beberapa musim terakhir, JDT semakin konsisten tampil di AFC Champions League Elite. Pada musim 2025/26, mereka berhasil melewati fase liga dan kemudian memenangkan pertandingan penting melawan Vissel Kobe untuk memastikan tempat di babak 16 besar.
JDT kemudian mencatat pencapaian bersejarah dengan lolos ke perempat final setelah mengalahkan Sanfrecce Hiroshima secara agregat 3-2.
Perjalanan mereka akhirnya terhenti di perempat final setelah kalah 1-2 dari Al Ahli Saudi dalam pertandingan di Jeddah. Meski gagal melaju ke semifinal, pencapaian tersebut tetap menjadi tonggak baru bagi sepak bola Malaysia.
Fakta Menarik Johor Darul Ta’zim FC
Ada sejumlah fakta menarik mengenai JDT yang membuat klub ini berbeda dibandingkan banyak klub Malaysia lainnya.
Pertama, JDT telah memenangkan Liga Super Malaysia 12 kali berturut-turut hingga musim 2025/26.
Kedua, JDT pernah memenangkan AFC Cup pada 2015 dan menjadi klub Malaysia pertama yang meraih gelar tersebut.
Ketiga, JDT menjadi klub pertama dalam sejarah sepak bola Malaysia yang memenangkan seluruh trofi domestik utama selama empat musim berturut-turut.
Keempat, JDT berhasil mencapai perempat final AFC Champions League Elite untuk pertama kalinya pada musim 2025/26.
Kelima, JDT memiliki stadion modern berkapasitas sekitar 40.000 penonton yang menjadi salah satu pusat aktivitas sepak bola terbesar di Johor.
JDT dan Tantangan di Level Asia
Dominasi domestik membuat tantangan terbesar JDT kini berada di kompetisi Asia.
Persaingan di AFC Champions League Elite jauh lebih ketat karena JDT harus menghadapi klub-klub besar dari Jepang, Korea Selatan, Arab Saudi, Australia, China, dan negara lainnya.
Namun, pencapaian musim 2025/26 menunjukkan perkembangan positif. JDT mampu mengalahkan klub seperti Vissel Kobe dan Sanfrecce Hiroshima sebelum menghadapi Al Ahli di perempat final.
Hal ini memperlihatkan bahwa JDT tidak lagi sekadar menjadi klub dominan di Malaysia, tetapi mulai mendapatkan pengakuan sebagai kekuatan kompetitif di Asia.
JDT di Era Modern
Menariknya, perkembangan JDT tidak berhenti pada prestasi di lapangan. Klub juga membangun ekosistem sepak bola yang mencakup fasilitas latihan, akademi, stadion, pengembangan pemain, serta manajemen profesional.
Strategi tersebut membuat JDT mampu mempertahankan performa tinggi selama bertahun-tahun.
Bahkan pada musim 2025/26, JDT menyelesaikan kompetisi domestik dengan catatan yang sangat impresif. Klub tersebut menyapu seluruh trofi utama domestik dan mempertahankan rekor tidak terkalahkan di Liga Super selama empat musim beruntun.
Penutup
Johor Darul Ta’zim FC telah berkembang menjadi salah satu klub sepak bola paling sukses di Asia Tenggara. Dominasi di Malaysia, kualitas pemain, pelatih berpengalaman, stadion modern, serta keberhasilan bersaing di AFC Champions League Elite menjadi bagian penting dari identitas JDT.
Dengan 12 gelar Liga Super Malaysia beruntun, sejumlah trofi domestik lainnya, gelar AFC Cup 2015, serta pencapaian perempat final AFC Champions League Elite 2025/26, JDT telah menempatkan dirinya sebagai salah satu standar tertinggi sepak bola Malaysia.
Kehadiran pemain seperti Arif Aiman, Bergson, Ager Aketxe dan sejumlah pemain berkualitas lainnya semakin memperkuat skuad. Sementara itu, Xisco Muñoz memberikan pendekatan taktik yang membantu JDT bersaing di level domestik maupun Asia.
Bagi penggemar sepak bola Malaysia dan Asia Tenggara, perjalanan Johor Darul Ta’zim FC menarik untuk terus diikuti. Tantangan berikutnya adalah bagaimana klub mempertahankan dominasinya di Malaysia sekaligus melangkah lebih jauh di kompetisi Asia.
penulis :Nofa oktaviya