16 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Menguasai lebih dari satu bahasa secara fasih membentuk ulang cara kerja otak, membuktikan manfaatnya jauh lebih dalam dari sekadar praktis.

Menguasai Lebih dari Satu Bahasa Terbukti Bisa Membuat Otak Tetap ‘Muda Menguasai lebih dari satu bahasa selama ini dikenal membuka banyak manfaat praktis, mulai dari kemudahan berkomunikasi saat bepergian hingga akses ke buku dan film dalam bahasa aslinya. Namun, riset terbaru menunjukkan manfaatnya jauh lebih dalam dari sekadar praktis: menguasai lebih dari satu bahasa secara fasih ternyata benar-benar membentuk ulang cara kerja otak, dan bukti ilmiahnya terus bertambah. **Momen Penentu di Menit Akhir: Penelitian Mengungkap Rahasia Otak Orang Dwi-Bahasa** Dua ilmuwan dari New York University, Xuanyi Jessica Chen, peneliti doktoral bidang psikologi, dan Esti Blanco-Elorrieta, PhD, asisten profesor psikologi dan ilmu saraf, meneliti bagaimana otak manusia mengingat berbagai bahasa berbeda. Studi yang dipublikasikan di jurnal JNeurosci ini melibatkan 23 penutur dwibahasa Spanyol-Inggris berusia 18 hingga 45 tahun. Blanco-Elorrieta menjelaskan bahwa salah satu hal luar biasa dari orang dwibahasa adalah kemampuan mereka beralih antarbahasa yang sering kali menggunakan kata dan bunyi yang sangat berbeda. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Menggunakan magnetoencephalography (MEG) untuk melacak aktivitas otak secara detail saat partisipan melakukan latihan penerjemahan antara dua bahasa, para peneliti menemukan bahwa otak tampaknya memiliki “mekanisme komputasi umum untuk bahasa”, artinya ada satu “mesin” atau markas bahasa tunggal yang mengekstrak makna lintas bahasa berbeda. Blanco-Elorrieta menjelaskan bahwa saat partisipan dwibahasa menyesuaikan kata agar sesuai konteks gramatikal, misalnya mengubah kata benda tunggal menjadi jamak, pola aktivitas otak yang sama muncul baik dalam bahasa Inggris maupun Spanyol. Ini menunjukkan bahwa alih-alih membangun sistem terpisah untuk setiap bahasa, otak justru mengandalkan mekanisme saraf bersama untuk menjalankan operasi gramatikal serupa lintas bahasa. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Temuan ini menunjukkan betapa fleksibel dan lincahnya otak manusia, karena ia mampu menata ulang sistem yang sudah ada demi “melenturkan” otot bahasa sebanyak yang dibutuhkan, alih-alih membangun sistem baru dari nol untuk setiap tugas. Selain itu, penelitian ini juga menunjukkan bahwa menguasai lebih dari satu bahasa dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah penuaan dini. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Tim peneliti internasional yang dipimpin Lucia Amoruso, PhD, Deputy Scientific Director di Basque Center on Cognition, Brain and Language (BCBL) di San Sebastian, Spanyol, melakukan analisis data dari 86.149 partisipan di 27 negara Eropa, meneliti hubungan antara kemampuan multibahasa dan penuaan biologis menggunakan kerangka biobehavioral aging clock. Temuan yang dipublikasikan di jurnal Nature Aging pada November 2025 menunjukkan bahwa di negara-negara dengan sebagian besar populasi mampu berbicara lebih dari satu bahasa, orang-orang 2,17 kali lebih kecil kemungkinannya mengalami penuaan dipercepat. Sebaliknya, orang yang hanya menguasai satu bahasa lebih dari dua kali lipat berisiko mengalami penuaan dini. Dengan demikian, menguasai lebih dari satu bahasa tidak hanya membuka kemungkinan berkomunikasi dengan lebih mudah, tetapi juga dapat membantu menjaga kesehatan otak dan mencegah penuaan dini. Oleh karena itu, penting untuk memperkenalkan anak-anak kita kepada bahasa-bahasa baru dan memperluas kemampuan bahasa kita sendiri untuk meningkatkan kesehatan otak dan kualitas hidup kita.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.dream.co.id/stories/menguasai-lebih-dari-satu-bahasa-terbukti-bisa-membuat-otak-tetap-muda-260811w.html, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *