**Mimpi Sang Ayah Terwujud, Charina Anggie Simbolon Mengubah Kegagalan Menjadi Sukses** Langsung ke inti berita, Charina Anggie Simbolon, seorang lulusan IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, telah mencapai impian ayahnya menjadi seorang perwira. Ayahnya, seorang prajurit TNI Angkatan Darat berpangkat Pembantu Letnan Satu (Peltu), tidak pernah berhasil mencapai pangkat perwira, tetapi keinginan itu dititipkan kepada keempat anaknya, termasuk Anggie. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tahun 2021, Anggie mengikuti seleksi IPDN, tetapi belum berhasil. Di tengah kondisi keluarga yang masih harus membiayai adik-adiknya, ia sempat ingin bekerja. Namun, keinginan itu tidak diizinkan sang ayah. Masa penantian itu membawanya menjadi relawan selama sembilan bulan di sebuah shelter yang mendampingi korban perdagangan manusia maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Anggie adalah seorang anak kedua yang tumbuh dan besar di lingkungan rumah dinas Kodim di Batam. Kesederhanaan keluarga membentuknya menjadi pribadi yang selalu bersyukur dan pantang menyerah. “Saya hidup dan tumbuh dengan kesederhanaan. Orang tua saya menidik saya untuk selalu bersyukur apa pun yang kita miliki,” tuturnya saat ditemui di Kampus IPDN Jatinangor, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat, Jumat (31/7/2026). **Apa yang Terjadi** Selepas lulus SMA, Anggie beberapa kali mengikuti berbagai seleksi, mulai dari Akademi Kepolisian, Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Kejaksaan, hingga seleksi IPDN tahun 2021, tetapi belum berhasil. Di tengah kondisi keluarga yang masih harus membiayai adik-adiknya, ia sempat ingin bekerja. Namun, keinginan itu tidak diizinkan sang ayah. Masa penantian itu membawanya menjadi relawan selama sembilan bulan di sebuah shelter yang mendampingi korban perdagangan manusia maupun kekerasan terhadap perempuan dan anak. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Pengalaman tersebut membuatnya semakin memahami arti perjuangan dan rasa syukur. “Saya belajar bahwa hidup itu memang penuh perjuangan. Walaupun saya merasa saya gagal, tapi Tuhan tuh masih memberikan saya keluarga yang hangat untuk selalu men-support,” ujarnya. Berbekal pengalaman dan tekad yang kuat, Anggie kembali mengikuti seleksi IPDN pada 2022. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Saat hasil Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) muncul di layar komputer dengan nilai memuaskan, air matanya langsung mengalir. “Itu saya nangis. Saya berterima kasih sama Tuhan. Terima kasih Tuhan, mungkin ini memang langkahku untuk banggakan Papa-Mama,” terang Anggie. Setelah dinyatakan lulus seluruh tahapan seleksi, Anggie resmi menjadi Praja IPDN. Kesimpulan singkat, Charina Anggie Simbolon telah mencapai impian ayahnya menjadi seorang perwira. Perjalanan menuju IPDN tidak berlangsung mudah, tetapi pengalaman dan tekad yang kuat membuatnya semakin memahami arti perjuangan dan rasa syukur. Anggie akan melanjutkan perjalanannya sebagai Praja IPDN, dan semoga keberhasilannya ini akan menjadi inspirasi bagi banyak orang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://wartakota.tribunnews.com/news/897250/dari-kegagalan-menuju-sapta-abdi-praja-charina-anggie-simbolon-wujudkan-mimpi-sang-ayah, without altering the facts of the original article.