NASA Meluncurkan Proyek Toilet Rp411 Miliar yang Bisa Mengubah Air Kencing menjadi Air Minum
NASA telah meluncurkan proyek toilet yang sangat canggih dengan nilai kontrak sebesar Rp411 miliar. Proyek ini bertujuan untuk menciptakan sistem toilet yang dapat mengubah air kencing menjadi air minum. Sistem ini dirancang untuk digunakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan kapsul Orion pada misi Artemis II.
Desain dan Teknologi Toilet Canggih
Toilet yang terpasang di ISS saat ini bernama Universal Waste Management System (UWMS). Alat ini tiba di stasiun pada 2020 menggunakan kapsul kargo Cygnus milik Northrop Grumman. UWMS memiliki bobot sekitar 45 kilogram dan sebagian besar terbuat dari titanium agar tahan terhadap urine serta bahan kimia pre-treatment yang bersifat asam. Desain corong penampung urine pada unit ini juga diklaim telah disesuaikan agar lebih mudah digunakan oleh astronaut perempuan, dibanding desain toilet Rusia sebelumnya.
Mengingat gravitasi mikro di luar angkasa membuat cairan tidak bisa mengalir seperti di Bumi, toilet ini menggunakan hisapan udara berkecepatan tinggi untuk menarik urine ke dalam Urine Processor Assembly. Di tahap awal, urine masuk ke dalam sistem pengolahan yang dapat mengubah air kencing menjadi air minum yang aman untuk diminum.
Proses Pengolahan Air Kencing
Proses pengolahan air kencing di toilet canggih ini melibatkan beberapa tahap. Pertama, urine masuk ke dalam sistem pengolahan yang menggunakan bahan kimia pre-treatment untuk membersihkan air kencing. Kemudian, air kencing tersebut diolah menjadi air minum yang aman untuk diminum. Proses ini dilakukan dengan menggunakan teknologi yang sangat canggih dan akurat.
Sistem pengolahan air kencing ini juga dilengkapi dengan sistem penapis yang dapat menghilangkan bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit. Dengan demikian, air minum yang dihasilkan dapat aman untuk diminum oleh astronaut selama misi di luar angkasa.
Bahaya dan Dampak
Proyek toilet canggih ini memiliki risiko dan dampak yang signifikan. Salah satu risiko utama adalah kegagalan sistem pengolahan air kencing. Jika sistem ini gagal, maka air minum yang dihasilkan dapat menjadi berbahaya bagi astronaut. Selain itu, proyek ini juga memiliki biaya yang sangat tinggi, yaitu Rp411 miliar.
Dampak lainnya adalah peningkatan biaya misi di luar angkasa. Biaya misi ini dapat meningkat karena perluasan fasilitas dan perlengkapan yang lebih canggih. Oleh karena itu, NASA harus mempertimbangkan kembali prioritas dan anggaran untuk proyek ini.
Penutup
NASA telah meluncurkan proyek toilet canggih yang dapat mengubah air kencing menjadi air minum. Sistem ini dirancang untuk digunakan di Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS) dan kapsul Orion pada misi Artemis II. Meskipun proyek ini memiliki risiko dan dampak yang signifikan, namun juga memiliki potensi besar untuk meningkatkan keamanan dan kenyamanan astronaut di luar angkasa. Demikian informasi tentang proyek toilet canggih NASA ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260722201436-199-1383825/nasa-bikin-toilet-rp411-miliar-bisa-sulap-air-kencing-jadi-air-minum, without altering the facts of the original article.