Momen Penentu di Menit Akhir
Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, kembali menegaskan bahwa tidak ada niat untuk menarik pasukan dari Gaza. Pernyataan ini disampaikan ketika jurnalis senior sekaligus kolumnis harian Israel Haaretz, Gideon Levy, mengkritik langkah Netanyahu selama ini lebih merupakan strategi politik daripada komitmen terhadap perdamaian.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Gideon Levy menilai bahwa kesediaan Netanyahu mengikuti pembicaraan yang dimediasi AS hanya bertujuan menyenangkan Washington. Levy menambahkan bahwa Netanyahu sengaja memasukkan syarat yang tidak jelas mengenai perlucutan senjata Hamas agar proses penarikan pasukan dapat terus ditunda. “Tak pernah ada kejelasan bagaimana Hamas akan dilucuti atau siapa yang akan mengawasi proses itu. Syarat itu hanya menjadi alasan untuk menunda penarikan,” katanya. Levy juga menilai bahwa sikap keras Netanyahu semakin dipengaruhi dinamika politik dalam negeri Israel yang semakin dekat dengan pemilu. Menurut Levy, Netanyahu ingin menunjukkan kepada publik bahwa dirinya tidak menyerahkan Gaza dan tetap mempertahankan kendali Israel atas wilayah tersebut. “Sejak awal memang itulah tujuannya, tetap berada di Gaza,” ujarnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Levy memperkirakan bahwa jika alasan perlucutan senjata Hamas tidak lagi relevan, Netanyahu akan mencari alasan lain untuk menolak tahapan berikutnya dari rencana perdamaian. Ia menambahkan bahwa isu pembukaan akses ke Gaza juga berpotensi menjadi titik sensitif bagi pemerintahan Israel. Meski demikian, Levy menilai bahwa nasib rencana perdamaian kini sangat bergantung pada Presiden Amerika Serikat, Donald Trump.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Menurut Levy, jika Trump benar-benar menginginkan Israel menarik pasukan dari Gaza, Netanyahu pada akhirnya tidak memiliki banyak pilihan selain mematuhinya. “Namun Trump harus memberikan tekanan yang sangat besar kepada Israel agar hal itu benar-benar terjadi,” katanya. Sementara itu, seorang warga Gaza yang ditahan Israel sejak Desember 2023 dipastikan meninggal dunia dalam tahanan. Kejadian ini menambahkan ketegangan di wilayah Gaza dan memperkuat pendapat Levy bahwa Netanyahu tidak memiliki niat untuk menarik pasukan dari Gaza.
Penutup
Keputusan Netanyahu untuk tidak menarik pasukan dari Gaza telah menimbulkan kekhawatiran di kalangan warga Palestina dan pendukung perdamaian. Namun, perlu diingat bahwa nasib rencana perdamaian kini sangat bergantung pada Presiden Amerika Serikat dan tekanan yang diberikan ke Israel. Jika Trump benar-benar menginginkan Israel menarik pasukan dari Gaza, maka Netanyahu harus mematuhinya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://aceh.tribunnews.com/news/1037987/pengamat-netanyahu-tak-pernah-berniat-tinggalkan-gaza, without altering the facts of the original article.