Perusahaan Israel Dituding WhatsApp Coba Bobol Akun Pengguna Secara Masif
Pengguna WhatsApp di seluruh dunia telah menjadi sasaran serangan siber yang dikaitkan dengan perusahaan Israel, NSO Group. Perusahaan tersebut telah masuk daftar hitam pemerintah Amerika Serikat (AS) karena dinilai melakukan kegiatan yang bertentangan dengan kepentingan keamanan nasional atau kebijakan luar negeri AS.
Pada Juni, perusahaan yang memiliki hubungan dengan WhatsApp itu mengatakan akan mengajukan permohonan kepada pengadilan federal agar NSO dinyatakan menghina pengadilan karena diduga melanggar perintah permanen yang melarang perusahaan tersebut menargetkan WhatsApp dan penggunanya. Perusahaan pemilik WhatsApp, Meta, menyebut bahwa platform mereka telah menggagalkan upaya baru spear phishing yang dikaitkan dengan NSO Group.
Serangan terbaru itu menyerupai kampanye phishing “satu klik” yang pernah dilakukan sebelumnya. Dalam serangan tersebut, pengguna diarahkan untuk mengeklik tautan berbahaya yang membawa mereka ke situs eksternal. Phishing satu klik merupakan jenis serangan siber yang memungkinkan perangkat atau akun korban disusupi hanya dengan satu kali mengeklik tautan atau lampiran berbahaya. Korban tidak perlu memasukkan kata sandi atau informasi akun agar serangan ini dapat dilakukan.
Tim analis keamanan Meta melaporkan bahwa NSO Group telah menggunakan teknik spear phishing untuk menargetkan pengguna WhatsApp. Mereka menggunakan tautan palsu yang mengandung malware, yang dapat membuka pintu untuk serangan lanjutan. Dengan demikian, pengguna dapat kehilangan informasi penting atau bahkan kehilangan akses ke akun mereka.
Mengapa NSO Group melakukan serangan siber terhadap pengguna WhatsApp? Menurut para analis keamanan, NSO Group ingin mengumpulkan informasi tentang pengguna WhatsApp, termasuk informasi kontak dan aktivitas online mereka. Mereka kemungkinan besar ingin menggunakan informasi ini untuk tujuan tertentu, seperti untuk meningkatkan efektivitas serangan mereka atau untuk mengumpulkan data yang dapat dijual ke pihak ketiga.
Dampak serangan siber ini sangat besar. Jika pengguna WhatsApp tidak hati-hati, mereka dapat kehilangan informasi penting atau bahkan kehilangan akses ke akun mereka. Selain itu, serangan siber ini juga dapat membahayakan keamanan online secara lebih luas, karena malware yang digunakan dapat menyebar ke perangkat lain yang terhubung ke jaringan.
Demikian informasi tentang serangan siber terhadap pengguna WhatsApp. Semoga bermanfaat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.