Satu warga negara Indonesia yang bekerja di kapal kargo MV Tihamah dilaporkan tewas akibat serangan yang dilakukan Houthi, sebuah kelompok politik-militer berbasis di Yaman, Selasa (11/08). Serangan ini menewaskan tiga warga negara Pakistan, yang juga berstatus anak buah kapal, menurut otoritas Yaman.
Momen Penentu di Menit Akhir
Saat serangan terjadi, kapal kargo MV Tihamah berada di Pelabuhan al-Makha, Yaman. Otoritas Houthi menuduh kapal kargo itu membawa peralatan militer Arab Saudi yang hendak diserahkan kepada tentara bayaran Yaman. Tuduhan ini belum mendapat respons dari Arab Saudi. Serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah bukanlah hal baru bagi Houthi, karena mereka telah meluncurkan misil ke Pelabuhan al-Makha, Senin (10/08), satu hari sebelum mereka meluncurkan rudal ke kapal kargo MV Tihamah. Serangan itu bukan cuma menyebabkan kerusakan parah pada area pelabuhan, tapi juga menewaskan tujuh orang dan melukai sekitar 30 orang.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
1. Serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah terjadi dalam rentetan perang sipil di Yaman, yang eskalasinya meningkat sejak konflik militer pecah antara Iran dan Amerika Serikat pada Februari lalu. 2. Houthi menuduh kapal kargo MV Tihamah membawa peralatan militer Arab Saudi yang hendak diserahkan kepada tentara bayaran Yaman, namun Arab Saudi belum menanggapi tuduhan tersebut. 3. Serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah menewaskan tiga warga negara Pakistan, yang juga berstatus anak buah kapal, menurut otoritas Yaman.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah menunjukkan bahwa konflik di Yaman masih belum berakhir. Pada 2014, Houthi, yang bersekutu dan mendapat dukungan dari Iran, menyerang dan mengambil alih ibu kota Yaman, Sanaa. Peristiwa itu memaksa pemerintahan Yaman hasil pemilu, yang dipimpin Abdrabbuh Mansour Hadi, mengungsi ke Arab Saudi. Sejak saat itu, Houthi menguasai Sanaa, tapi pemerintahan Yaman di bawah Mansour Hadi berlanjut ketika jabatan presiden itu dilanjutkan Rashad al-Alimi pada 2022.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Serangan terhadap kapal kargo MV Tihamah juga menunjukkan bahwa konflik di Yaman masih belum berakhir. Pemerintahan di luar Yaman ini diakui oleh AS dan para sekutunya. Otoritas militer Yaman di bawah kendali Houthi menuduh kapal kargo MV Tihamah mengangkut peralatan militer Saudi di Selat Bab al-Mandab. Pernyataan ini mereka sampaikan setelah serangan terhadap MV Tihamah terjadi, melalui kantor berita Saba yang dikendalikan pemerintahan Yaman versi Houthi. Informasi lain terkait serangan terhadap MV Tihamah dipublikasi oleh kantor berita Tasnim, milik pemerintah Iran. Kementerian Luar Negeri Indonesia membenarkan peristiwa serangan terhadap MV Tihamah itu. Namun, mereka bilang saat ini masih berusaha mengonfirmasi kematian WNI tersebut. Identitas WNI yang tewas tersebut belum dipublikasikan oleh Kemlu Indonesia maupun otoritas Yaman. Dia hanya disebut bekerja sebagai anak buah kapal MV Tihamah. Selain satu WNI yang tewas itu, terdapat pula dua anak buah MV Tihamah lainnya yang berstatus WNIâsatu di antaranya mengalami luka ringan akibat terkena serpihan dan satu lainnya sedang dirawat di rumah sakit, menurut Kantor Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Yaman yang berkantor di ibu kota Oman, Muscat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/c4g48z75jr3o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.