Cara Memulai Bisnis Digital dengan Modal Kecil Sebagai Reseller Digital
KompetitifSilpa Pemkot Makassar meningkat signifikan, mencapai Rp699,85 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut melonjak hampir tiga kali lipat dibandingkan Silpa tahun 2024 yang hanya sebesar Rp230,19 miliar. Wakil Ketua Komisi C DPRD Kota Makassar, Fasruddin Rusli, mengungkapkan bahwa tingginya Silpa mencerminkan rendahnya serapan anggaran dan lemahnya pelaksanaan program pembangunan di sejumlah organisasi perangkat daerah (OPD).
Momen Penentu di Menit Akhir
Fasruddin Rusli menuturkan bahwa kondisi tersebut tidak lazim bagi kota metropolitan seperti Makassar. Ia pun meminta Unit Layanan Pengadaan (ULP) maupun Bagian Pengadaan Barang dan Jasa (Barjas) segera mempercepat proses tender melalui mekanisme tender dini agar anggaran dapat terserap secara optimal.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Berdasarkan informasi yang diterima, Silpa Pemkot Makassar meningkat secara signifikan dari Rp230,19 miliar pada tahun 2024 menjadi Rp699,85 miliar pada tahun 2025. Angka tersebut mencerminkan rendahnya serapan anggaran dan lemahnya pelaksanaan program pembangunan di sejumlah OPD. Fasruddin Rusli juga mengungkapkan bahwa masih terdapat sekitar 16 kantor kelurahan di Kota Makassar yang belum memiliki gedung sendiri.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Rendahnya realisasi belanja tanah yang menurutnya masih menyisakan banyak persoalan mendasar, salah satunya keberadaan kantor kelurahan yang hingga kini masih menyewa gedung. Fasruddin Rusli mengaku bahwa alokasi anggaran sewa setiap tahunnya berkisar Rp100 juta hingga Rp120 juta per kantor. “Padahal, kalau satu kantor dibangun dengan anggaran sekitar Rp2 miliar hingga Rp2,5 miliar, itu sudah menjadi aset pemerintah dan bisa digunakan dalam jangka panjang,” ujarnya.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Fasruddin Rusli meminta ULP dan Barjas segera mempercepat proses tender melalui mekanisme tender dini agar anggaran dapat terserap secara optimal. “Kalau proses pengadaan dipercepat, anggaran bisa segera dibelanjakan dan tidak kembali menjadi Silpa,” katanya. Dengan demikian, Pemkot Makassar dapat meningkatkan efesiensi penggunaan anggaran dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Keywords utama: Silpa Pemkot Makassar, tender dini, Serapan anggaran, program pembangunan, Kantor kelurahan, Alokasi anggaran.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/kareba-parlementa/1844511/silpa-naik-tiga-kali-lipat-dprd-desak-tender-dini-agar-anggaran-tak-mengendap, without altering the facts of the original article.