Sopir Alphard di Bundaran HI, Gantian Bersujud dan Push Up untuk Meminta Maaf
Pada hari Jumat (24/7/2026), terungkaplah penyesalan pengemudi Alphard yang terlibat dalam perselisihan dengan satpam Fiktor di Pos Polisi Thamrin. Saat mediasi di Mapolsek Metro Menteng, Jakarta Pusat, pengemudi Alphard tersebut menyatakan penyesalannya dengan melakukan sujud dan push up di hadapan satpam Fiktor.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sebelumnya, perselisihan antara pengemudi Alphard dan satpam Fiktor terjadi di Pos Polisi Thamrin beberapa hari sebelumnya. Saat itu, pengemudi Alphard dianggap arogan dan tidak mau memenuhi permintaan satpam Fiktor. Namun, pada mediasi yang diadakan hari Jumat, pengemudi Alphard menyadari kesalahan dan mengakui perilakunya.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Pengemudi Alphard tersebut merupakan anggota Polri dari Polda Jawa Barat, yang terdiri dari tiga orang. Mereka mengakui identitas mereka sebagai anggota Polri saat mediasi berlangsung. Usai mediasi, mereka langsung diamankan oleh Pengamanan Internal (Paminal) Bidang Propam Polda Jawa Barat yang datang dari Bandung.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kuasa hukum Fiktor, Wiradarma Harefa, mengatakan bahwa aksi pengemudi Alphard tersebut merupakan bentuk penyesalan yang dilakukan atas kesadaran sendiri. “Mohon maaf teman-teman, si Fiktor tadi tidak meminta itu. Tetapi karena dari pengemudi itu merasa bahwa dia salah, tanpa diminta dia memang melakukan itu begitu ya,” ungkap Wiradarma.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam perilaku serta interaksi antara anggota Polri dengan masyarakat. Perilaku arogan dan tidak mau memenuhi permintaan dari satpam Fiktor merupakan contoh dari hal yang perlu dihindari. Dengan demikian, pengemudi Alphard yang menyatakan penyesalannya merupakan langkah yang baik, namun masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk memperbaiki perilaku tersebut.
Kapolsek Metro Menteng AKBP Braiel Arnold Rondonuwu mengatakan bahwa tiga orang yang berada di dalam mobil Toyota Alphard tersebut merupakan personel Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar). “Iya, personel dari Polda Jawa Barat,” ucap Braiel.
Wiradarma juga membenarkan bahwa ketiganya mengakui identitas mereka sebagai anggota Polri saat mediasi berlangsung. “Tiga-tiganya anggota. Betul bahwa mereka mengakui pada saat itu ‘kami anggota’, iya. Dan saat ini juga mengakui mereka anggota. Cuma makanya ini hari ini juga mereka sudah dijemput (oleh Polda Jabar) dan hari ini dijaga di atas ya, ada yang memeriksa,” ungkap Wiradarma.
Kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak hal yang perlu diperbaiki dalam perilaku serta interaksi antara anggota Polri dengan masyarakat. Perilaku arogan dan tidak mau memenuhi permintaan dari satpam Fiktor merupakan contoh dari hal yang perlu dihindari. Dengan demikian, pengemudi Alphard yang menyatakan penyesalannya merupakan langkah yang baik, namun masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk memperbaiki perilaku tersebut.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://lampung.tribunnews.com/news/1214432/penyesalan-sopir-alphard-kepada-satpam-bundaran-hi-gantian-bersujud-dan-push-up, without altering the facts of the original article.