**Tana Toraja Menghadapi Krisis Pendidikan, Sekolah Rakyat SD Sepi Peminat** **Momen Penentu di Menit Akhir** Pemerintah Kabupaten Tana Toraja masih melakukan penjangkauan calon siswa agar target penerimaan dapat tercapai sebelum proses belajar mengajar dimulai pada Agustus 2026. Hal ini terungkap usai penutupan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di Sekolah Rakyat 1 Tana Toraja, Lembang Marinding, Kecamatan Mengkendek, Kabupaten Tana Toraja, Sulawesi Selatan, Jumat (31/7/2026). Kepala Dinas Sosial Kabupaten Tana Toraja, Adriana Saleng, mengatakan bahwa kendala utama pemenuhan kuota berada di jenjang SD karena sebagian orang tua belum siap melepas anaknya tinggal di asrama. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kendala kita memang di SD. Orang tua Toraja masih ingin dekat dengan anaknya sehingga belum siap melepas mereka tinggal di asrama, kata Adriana. Ia menjelaskan bahwa pihaknya bersama pendamping Program Keluarga Harapan (PKH) dan Badan Pusat Statistik (BPS) terus melakukan penjangkauan terhadap keluarga yang masuk kategori sasaran program. Kami terus melakukan penjangkauan. Kalau target Agustus, kami optimistis bisa terpenuhi karena sekarang siswa SD sudah bertambah menjadi 11 orang, ujarnya. Kuota awal Sekolah Rakyat ditetapkan masing-masing 90 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA atau total 270 siswa. Namun karena minat jenjang SD masih rendah, Kementerian Sosial memberikan fleksibilitas dengan mengalihkan sebagian kuota ke jenjang SMP dan SMA. Pada dasarnya kuota 90-90-90. Karena SD masih sulit, kami diberi keluasan sehingga kuotanya dialihkan ke SMP dan SMA. Untuk SD sementara menjadi 30 siswa dalam satu kelas, jelasnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kepala Sekolah Rakyat 1 Tana Toraja, Lestari Rante Allo, mengatakan bahwa saat ini siswa yang telah terdaftar terdiri dari 7 siswa SD, 90 siswa SMP, dan 90 siswa SMA, sehingga total siswa asal Tana Toraja mencapai 187 orang. Selain itu, terdapat siswa titipan dari Kabupaten Luwu Utara sebanyak 30 siswa SD dan 60 siswa SMP yang nantinya juga akan menempati sekolah permanen. Semua siswa nantinya akan belajar di sekolah permanen yang telah dilengkapi asrama, lapangan olahraga, dan fasilitas makan tiga kali sehari. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Menurut Lestari, selama hampir 10 bulan mendampingi siswa di Sekolah Rakyat rintisan sejak September 2025, terjadi perubahan yang cukup signifikan terhadap kondisi peserta didik. Sekolah Rakyat menerapkan dua kurikulum, yakni kurikulum akademik dan kurikulum keasramaan yang berfokus pada pembentukan karakter serta penguatan nilai-nilai keimanan. Dengan demikian, Sekolah Rakyat siap untuk menjadi tempat pendidikan yang berkualitas dan memberikan kesempatan kepada siswa untuk berkembang dan tumbuh menjadi individu yang unggul.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/toraja/1845984/sekolah-rakyat-jenjang-sd-di-tana-toraja-sepi-peminat-orangtua-disebut-belum-siap-asramakan-anaknya, without altering the facts of the original article.