Truk BBM Tabrak Calya di Prabumulih, 3 Tewas – Komisi V Soroti Jalan Rusak
Berita Hari Ini – 21 Agustus 2026 | Insiden fatal melibatkan truk tangki BBM dan mobil Toyota Calya terjadi pada Jumat dini hari, 14 Agustus 2026, di Jalan Jenderal Sudirman, Prabumulih, Sumatera Selatan. Tabrakan tersebut menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya, sekaligus memicu sorotan keras anggota Komisi V DPR RI terhadap kondisi infrastruktur jalan di wilayah Sumsel.
Kronologi Kecelakaan
Menurut tim penyidik Satlantas Polres Prabumulih, truk tangki BBM berplat BG-8140-DW yang dikemudikan oleh M. Apizal (28 tahun) melaju dari arah Palembang menuju Muara Enim. Pada pukul 02.00 WIB, truk tersebut tiba‑tiba melenceng ke lajur kanan karena diduga kurang konsentrasi. Pada saat bersamaan, mobil Toyota Calya berwarna putih tanpa nomor polisi, dikemudikan oleh Candra Utama (36 tahun) yang membawa delapan penumpang, melaju dari arah berlawanan.
Pengemudi Calya berusaha menghindari truk dengan memutar setir ke kanan, namun truk tangki juga berbelok ke kiri. Akibat kedua kendaraan saling menabrak, truk tangki terbalik di tengah jalan, sementara Calya mengalami kerusakan parah hingga hancur total.
Korban dan Penanganan
Tim medis mencatat tiga korban meninggal dunia, yaitu seorang ayah dan anak dari Kabupaten Lahat, Bambang Hirawan (44) dan Intan (22), serta seorang PNS asal Palembang bernama Ferry Apriansyah (46). Enam orang lainnya mengalami luka-luka, termasuk sopir truk. Semua korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Umum Prabumulih untuk perawatan lebih lanjut.
- Bambang Hirawan, 44 tahun – ayah
- Intan, 22 tahun – anak
- Ferry Apriansyah, 46 tahun – PNS
- Enam korban luka-luka (nama belum diungkap)
Barang bukti berupa kedua unit kendaraan telah diamankan, dievakuasi, dan diserahkan kepada tim forensik. Penyelidikan masih berlangsung, dengan dukungan Subdit Gakkum Ditlantas Polda Sumsel.
Reaksi Komisi V dan Isu Infrastruktur
Anggota Komisi V DPR RI, yang mengawasi transportasi dan infrastruktur, menyatakan keprihatinan mendalam atas tragedi ini. Dalam pernyataan resmi, ia menyoroti kondisi jalan beraspal yang meskipun terlihat baik, memiliki satu jalur saja dan berada dekat permukiman, sehingga meningkatkan risiko kecelakaan bila pengemudi kehilangan konsentrasi.
Komisi V menuntut evaluasi menyeluruh terhadap jaringan jalan di wilayah Sumatera Selatan, khususnya pada ruas‑ruas strategis yang menghubungkan kota‑kota besar seperti Palembang, Prabumulih, dan Muara Enim. Ia menekankan perlunya penambahan jalur, pemasangan rambu peringatan, serta peningkatan penerangan jalan untuk mengurangi potensi kecelakaan serupa di masa depan.
Upaya Pemerintah Daerah
Pemerintah Kabupaten Prabumulih menanggapi kejadian ini dengan mempercepat proses perbaikan jalan di sekitar lokasi kecelakaan. Pihak kepolisian juga meningkatkan patroli pada jam rawan serta mengadakan sosialisasi bagi pengemudi truk tentang pentingnya konsentrasi dan kepatuhan pada batas kecepatan.
Selain itu, Dinas Perhubungan Sumsel berjanji akan melakukan audit menyeluruh terhadap kendaraan angkut BBM, memastikan bahwa semua truk memenuhi standar keamanan operasional, termasuk pemeriksaan rem, lampu, dan sistem kemudi.
Kasus ini menjadi pengingat keras bahwa faktor manusia, kondisi kendaraan, dan kualitas infrastruktur saling berinteraksi dalam menciptakan risiko kecelakaan. Diharapkan sinergi antara pemerintah, DPR, dan masyarakat dapat menghasilkan perbaikan nyata demi keselamatan jalan raya di Sumsel.