Trump Tantang Mamdani: Netanyahu Tak Akan Ditangkap Selama Ada di AS
Momen Penentu di Menit Akhir
Pemimpin Partai Republik Amerika Serikat, Donald Trump, mencabut pernyataan Mahkamah Kriminal Internasional (ICC) yang mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu. Trump menyatakan bahwa Netanyahu tidak akan diganggu gugat jika pergi ke Amerika Serikat.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Dilansir dari sumber, pada Senin (20/7), Trump menyampaikan pernyataan di Truth Social bahwa Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat. Trump berujar bahwa Netanyahu sedang berjuang melawan Republik Islam Iran, yang telah membunuh puluhan ribu warga sipil dan prajurit AS. “Benjamin Netanyahu tidak akan ditangkap, dengan cara apa pun, selama berada di Amerika Serikat,” tulis Trump. “Dia sedang berjuang melawan Republik Islam Iran, yang baru-baru ini membunuh 52.000 demonstran tak berdosa, dan telah menghabiskan 47 tahun terakhir membunuh tentara Amerika dan yang lainnya,” lanjut Trump.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dengan pernyataan Trump, Netanyahu seolah-olah sudah aman dari penangkapan di AS. Namun, pernyataan ini juga menunjukkan bahwa Trump masih setia dengan Netanyahu dan Israel, bahkan jika itu berarti mengabaikan keputusan ICC. Hal ini menunjukkan bahwa Trump masih memiliki hubungan erat dengan Netanyahu dan Israel, dan bahwa ia tidak akan membiarkan ICC untuk menangkap Netanyahu.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Wali Kota New York, Zohran Mamdani, sebelumnya menyatakan bahwa departemen hukum Kota New York sedang membahas kemungkinan penangkapan Netanyahu jika sang PM berada di kota itu untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa. Mamdani merujuk pada surat perintah penangkapan yang dirilis ICC pada November 2024 lalu. “Saya percaya Perdana Menteri Netanyahu pantas berada di Den Haag,” kata Mamdani dalam podcast The Interview milik The New York Times. “Dia adalah penjahat perang yang telah didakwa oleh Mahkamah Pidana Internasional,” lanjutnya. Namun, dengan pernyataan Trump, kemungkinan penangkapan Netanyahu di AS tampaknya sudah berkurang. Dalam perspektif yang lebih luas, pernyataan Trump menunjukkan bahwa AS masih memiliki hubungan erat dengan Israel, bahkan jika itu berarti mengabaikan keputusan ICC. Hal ini menunjukkan bahwa AS masih memiliki kepentingan besar di Timur Tengah, dan bahwa ia tidak akan membiarkan ICC untuk menangkap Netanyahu. Kantor Netanyahu telah menanggapi pernyataan Mamdani dengan menuduh surat perintah penangkapan yang dimaksud Mamdani “palsu” dan tak berlaku bagi warga Israel karena tak memiliki yurisdiksi atasnya. Selain itu, surat perintah tersebut juga “dikeluarkan oleh mantan jaksa ICC yang tercela, Karim Khan, beberapa hari sebelum tuduhan pelecehan seksual terhadapnya terungkap ke publik.” “Alih-alih mendukung perilaku kriminal Khan, Mamdani seharusnya fokus memperbaiki kerusakan yang disebabkan kebijakannya di New York. Seperti Karim Khan, Mamdani tampaknya tertarik untuk mengalihkan perhatian publik dari kesalahannya dan menyerang pemimpin negara Yahudi dan satu-satunya demokrasi di Timur Tengah,” demikian pernyataan kantor Netanyahu. Dengan demikian, pernyataan Trump menunjukkan bahwa Netanyahu masih memiliki keamanan di AS, bahkan jika itu berarti mengabaikan keputusan ICC. Namun, hal ini juga menunjukkan bahwa AS masih memiliki hubungan erat dengan Israel, bahkan jika itu berarti mengabaikan keputusan ICC.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/internasional/20260721074103-134-1382994/trump-tantang-mamdani-netanyahu-tak-akan-ditangkap-selama-ada-di-as, without altering the facts of the original article.