27 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
WhatsApp luncurkan fitur anti phishing, memperkuat keamanan akun dan panggilan asing. Temukan bagaimana update ini melindungi data Anda dan apa risiko yang masih tersisa.

WhatsApp, platform pesan terbesar di dunia, baru saja meluncurkan serangkaian fitur keamanan baru yang dirancang untuk melindungi akun pengguna dari serangan phishing dan upaya penyadapan. Fitur-fitur ini mencakup pembaruan pada sistem two-step verification, dukungan passkey, serta pemberitahuan tambahan untuk panggilan dari nomor asing. Pengguna di seluruh dunia merespons dengan antusias, sekaligus menanyakan seberapa efektif langkah-langkah tersebut dalam menjaga privasi dan keamanan data pribadi.

Perubahan pada Two-Step Verification: Dari PIN 6 Digit ke Kata Sandi Lebih Panjang

Sejak peluncuran WhatsApp pada tahun 2009, dua langkah verifikasi telah menjadi lapisan penting dalam melindungi akun. Pada versi sebelumnya, pengguna diminta memasukkan PIN enam digit setiap kali akun mereka diregistrasi ulang. Meskipun cukup efektif, PIN pendek seringkali dapat ditebak atau diserang melalui brute force. Dengan pembaruan ini, pengguna kini dapat mengganti PIN tersebut dengan kata sandi yang lebih panjang, terdiri dari kombinasi huruf, angka, dan karakter khusus. Hal ini secara signifikan meningkatkan tingkat kesulitan bagi penyerang untuk menebak atau memecahkan kata sandi.

🔖 Baca juga:
Jedi Solutions dan ReN3 Luncurkan Platform Agentic AI di Indonesia, Dorong Adopsi AI Enterprise dengan Solusi Otomatisasi Canggih

Perubahan ini juga memanfaatkan algoritma hash terbaru dan mekanisme rate limiting, sehingga setiap upaya login yang gagal akan menambah waktu tunggu sebelum percobaan berikutnya. Selain itu, WhatsApp menambahkan opsi untuk menonaktifkan dua langkah verifikasi secara otomatis jika pengguna tidak menggunakannya dalam jangka waktu tertentu. Langkah ini membantu mencegah akun menjadi rawan ketika pengguna lupa mengaktifkannya.

Dukungan Passkey: Menggantikan PIN dengan Otentikasi Biometrik dan Fitur Keamanan Lanjutan

Passkey adalah metode otentikasi yang menggabungkan kunci publik dan privat, mirip dengan sistem keamanan yang digunakan dalam sistem pembayaran digital. Dengan dukungan passkey, pengguna dapat mengakses akun mereka menggunakan biometrik (sidik jari atau wajah) atau kode PIN yang lebih kuat, tanpa harus bergantung pada kode OTP yang dikirim melalui SMS. Passkey juga menghilangkan risiko serangan SIM swap, karena tidak ada kode OTP yang dikirim ke nomor telepon.

WhatsApp menambahkan opsi untuk menyimpan beberapa passkey dalam satu akun, memungkinkan pengguna memiliki beberapa metode otentikasi yang dapat dipilih sesuai situasi. Misalnya, pengguna dapat menggunakan passkey utama untuk perangkat pribadi, sementara passkey cadangan dapat digunakan untuk perangkat baru atau ketika perangkat utama hilang. Fitur ini menambah fleksibilitas sekaligus keamanan, karena setiap passkey bersifat unik dan tidak dapat dipakai di perangkat lain tanpa otorisasi.

Pemberitahuan Tambahan untuk Panggilan dari Nomor Tidak Dikenal

Selain memperkuat sistem verifikasi, WhatsApp juga memperkenalkan sistem notifikasi yang memberi tahu pengguna ketika menerima panggilan dari nomor asing. Panggilan ini akan menampilkan informasi tambahan, termasuk apakah nomor tersebut pernah dihubungi sebelumnya atau memiliki riwayat interaksi di platform. Jika nomor belum pernah terhubung, pengguna akan diberi peringatan bahwa panggilan tersebut berasal dari sumber tidak dikenal.

Fitur ini berguna untuk mengidentifikasi panggilan phishing, di mana penyerang mencoba menipu pengguna dengan menyamar sebagai kontak yang sah. Dengan menampilkan informasi tambahan, pengguna dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana apakah akan menjawab atau menolak panggilan tersebut. Pemberitahuan ini juga dapat diatur tingkat sensitivitasnya, memungkinkan pengguna menyesuaikan seberapa sering mereka menerima notifikasi.

Reaksi Pengguna dan Ekspektasi Keamanan

Setelah update dirilis, pengguna WhatsApp di seluruh dunia mengirimkan umpan balik positif. Banyak yang mengapresiasi peningkatan keamanan, terutama bagi mereka yang sering menerima panggilan atau pesan dari nomor asing. Beberapa pengguna juga menyoroti kemudahan penggunaan passkey, yang memungkinkan mereka mengakses akun tanpa harus mengingat PIN atau kata sandi panjang.

🔖 Baca juga:
5 HP Motorola Terbaru Juli 2026 dengan Baterai Tahan Lama, Performa Kencang, dan Fitur Modern untuk Aktivitas Seharian

Namun, beberapa kritik muncul terkait kebaruan teknologi passkey. Beberapa pengguna masih belum yakin tentang keamanan data biometrik dan bagaimana data tersebut disimpan oleh WhatsApp. Selain itu, ada ketakutan bahwa penyerang dapat memanfaatkan kelemahan dalam sistem notifikasi panggilan, terutama jika mereka dapat meniru nomor asli.

Bagaimana WhatsApp Menjamin Keamanan Data Pengguna?

WhatsApp telah mengumumkan bahwa semua data otentikasi, termasuk passkey, disimpan secara terenkripsi end-to-end di perangkat pengguna. Artinya, hanya pengguna yang dapat mengakses data tersebut, dan tidak ada pihak ketiga, termasuk WhatsApp sendiri, yang memiliki akses ke kunci privat. Sistem ini memanfaatkan standar keamanan industri, seperti FIDO2, untuk memastikan bahwa data tidak dapat dicuri atau disalahgunakan.

Selain itu, WhatsApp melakukan audit keamanan rutin dan bekerja sama dengan pihak ketiga untuk menilai kerentanan sistem. Mereka juga mengadopsi protokol keamanan terbaru, seperti TLS 1.3 untuk semua komunikasi data, sehingga data tidak dapat disadap selama transmisi.

Peran Pengguna dalam Menjaga Keamanan Akun

Meskipun WhatsApp telah meningkatkan sistem keamanan, pengguna tetap memiliki peran penting dalam melindungi akun mereka. Berikut beberapa langkah sederhana yang dapat diambil:

1. Aktifkan two-step verification dan gunakan kata sandi panjang.

2. Gunakan passkey jika tersedia, dan simpan backup passkey di tempat aman.

🔖 Baca juga:
OpenAI Meluncurkan GPT-Live, Revolusi Chatbot Mirip Manusia

3. Periksa secara berkala pengaturan keamanan dan pastikan tidak ada perangkat yang tidak dikenal terhubung.

4. Waspadai panggilan atau pesan dari nomor asing, terutama yang meminta informasi pribadi atau uang.

5. Selalu perbarui aplikasi ke versi terbaru, karena pembaruan seringkali mencakup patch keamanan.

Kesimpulan: Keamanan yang Lebih Kuat, Namun Tetap Perlu Waspada

Dengan meluncurkan fitur anti-phishing baru, WhatsApp menunjukkan komitmennya untuk melindungi pengguna dari ancaman siber yang terus berkembang. Perubahan pada two-step verification, dukungan passkey, dan pemberitahuan panggilan asing semua berkontribusi pada lapisan keamanan yang lebih kuat. Namun, keamanan tidak hanya bergantung pada teknologi; kesadaran pengguna dan kebiasaan keamanan yang baik tetap menjadi kunci utama. Dengan kombinasi kebijakan keamanan yang kuat dan perilaku pengguna yang bijaksana, WhatsApp dapat memberikan pengalaman berkom

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.liputan6.com/tekno/read/8277602/whatsapp-rilis-fitur-anti-phishing-seberapa-kuat, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *