Kasus penyiraman air keras terhadap dua bocah kakak beradik di Sumedang, Jawa Barat, masih dalam penyelidikan polisi. Korban inisial RPF (9) dan adiknya KSHZ (5) menjadi korban penyiraman air keras sebanyak dua kali, yaitu pada 12 Mei dan 15 Juni. Akibatnya, RPF mengalami luka permanen pada bagian mata sebelah kiri, sedangkan KSHZ mengalami luka pada bagian belakang kepala.
Momen Penentu di Hari Kejadian
Kasat Reskrim Polres Sumedang, AKP Tanwin Nopiansyah, mengungkapkan bahwa kasus ini masih dalam penyelidikan. “Ya memang benar, pada tanggal 15 Juni unit PPA menerima laporan ada diduga 2 orang anak menjadi korban diduga penyiraman air keras. Kami sudah melakukan penyelidikan dan untuk anak malam ini juga sudah kami amankan di Dinas P3A, Dinas Perempuan Perlindungan dan Anak,” katanya.
Kronologi kejadian menunjukkan bahwa kedua korban disiram air keras sebanyak dua kali. Pertama kali pada 12 Mei dan kedua kalinya pada 15 Juni. Akibatnya, RPF mengalami luka permanen pada bagian mata sebelah kiri, sedangkan adiknya KSHZ mengalami luka pada bagian belakang kepala.
Apa Artinya Ini bagi Keluarga Korban?
Kejadian ini tentu sangat berdampak pada keluarga korban. Kedua korban saat ini sudah berada di rumah aman dari Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Anak Sumedang. Kasus ini masih dalam penyelidikan kepolisian dan sejumlah saksi dari keluarga korban telah diambil keterangan oleh petugas.
Polisi masih terus mencari informasi dan melakukan penyelidikan untuk mengungkap kasus ini. Penyiraman air keras terhadap dua bocah kakak beradik ini tentu sangat disayangkan dan harus segera dituntaskan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kedua korban penyiraman air keras masih harus menjalani proses pemulihan. RPF yang mengalami luka permanen pada bagian mata sebelah kiri tentu membutuhkan perawatan khusus. Polisi masih terus bekerja untuk mengungkap kasus ini dan memberikan keadilan bagi keluarga korban.
Kasus penyiraman air keras terhadap dua bocah kakak beradik di Sumedang ini masih terus berkembang. Polisi masih terus melakukan penyelidikan dan mencari informasi untuk mengungkap kasus ini.