Timnas Indonesia terus melangkah menuju mimpi besar untuk tampil di Piala Dunia. Setelah gagal pada edisi 2026, kini Indonesia membidik Piala Dunia 2030 dengan menambah pemain-pemain naturalisasi berbakat. Terbaru, dua pemain keturunan, Luke Vickery dan Mitchell Baker, segera dinaturalisasi untuk memperkuat skuad Garuda.
Proses Naturalisasi yang Terus Berjalan
Timnas Indonesia telah menunjukkan peningkatan signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Di bawah asuhan pelatih baru, John Herdman, skuad Garuda tampil kinclong dalam FIFA Series pada Maret silam dan FIFA matchday yang belum lama berlalu. Dua kemenangan atas Oman dan Mozambik di FIFA matchday membuat rangking FIFA Indonesia naik secara signifikan, dari 122 ke 118.
John Herdman terus melakukan persiapan untuk meningkatkan kekuatan tim, termasuk membangun tim yang lebih solid dan mematikan. Eks pembesut Timnas Kanada itu kini mendapat suntikan darah segar berupa dua pemain naturalisasi anyar, Luke Vickery dan Mitchell Baker. Keduanya masih muda dan sama-sama bermain sebagai penyerang. Luke Vickery, 20 tahun, saat ini bermain untuk Macarthur FC, Australia. Sedangkan Mitchell Baker, 19 tahun, bermain bareng Colorado Rapids di Major League Soccer (MLS), AS.
Tambahan Pemain Naturalisasi untuk Meningkatkan Kekuatan
Tak sampai di Luke Vickery dan Mitchell Baker, John Herdman juga akan mendapatkan dua tambahan pemain naturalisasi berikutnya. Keduanya adalah Laurin Ulrich dan Dean Zandbergen. Laurin Ulrich, 21 tahun, adalah gelandang serang FC Magdeburg yang bermain di divisi 2 Liga Jerman. Sementara, Dean Zandbergen, 24 tahun, striker kepunyaan VV-Venlo, divisi 2, Belanda.
Pengamat sepak bola nasional, Ronny Pangemanan, ikut angkat suara terkait proses naturalisasi Laurin Ulrich. Menurut pengamat yang akrab disapa Ropan, PSSI sebenarnya sudah lama ingin menaturalisasi Laurin Ulrich. “Kali ini saya akan bicara soal Laurin Ulrich. Kenapa saya bicara dia? Karena memang sudah sejak lama nama ini digembor-gemborkan bahwa dia menjadi salah satu bidikan untuk masuk di dalam kloter naturalisasi berikutnya setelah Luke Vickery dan Mitchell Baker,” kata Ropan via kanal YouTube Bung Ropan.
Mengapa Naturalisasi Penting bagi Timnas Indonesia?
Naturalisasi pemain keturunan menjadi salah satu strategi Timnas Indonesia untuk meningkatkan kekuatan tim. Dengan menambah pemain-pemain berbakat, skuad Garuda diharapkan dapat tampil lebih kompetitif di tingkat internasional. “Banyak juga memang yang bertanya setelah Vickery dan Baker siapa lagi yang akan menyusul dan saya rasa yang paling dekat ke depan adalah Laurin Ulrich. Dia bermain di Stuttgart yang dipinjamkan ke FC Magdeburg. Masih 21 tahun dan ini bagus karena John Herdman megang timnas U-23 juga selain timnas senior,” imbuh Ropan.
Bergabungnya kedua pemain pastinya tak hanya berdampak ke tim senior, tapi yang terpenting lagi di skuad timnas U-23. “Jadi kita akan sangat kuat karena kita sudah punya Mathew Baker dan ada juga Doni Try Pamungkas. Kita punya Marcelino Ferdinan juga. Jadi memang banyak pemain-pemain kita yang bisa ditampilkan nanti di U-23 oleh John Herdman,” ujar Ropan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Jika proses berjalan cepat, besar kemungkinan Laurin Ulrich sudah bisa dimainkan pada FIFA ASEAN Cup yang akan mulai berlangsung pada 21 September serta Piala Asia 2027. “Ini kalau semua mulus dan lancar. Dua tambahan lagi akan membuat Timnas Indonesia semakin kuat dan berpotensi untuk tampil di Piala Dunia 2030,” tutup Ropan.
Dengan tambahan pemain-pemain naturalisasi, Timnas Indonesia diharapkan dapat meningkatkan kekuatan tim dan tampil lebih kompetitif di tingkat internasional. Apakah dengan kekuatan baru ini, Timnas Indonesia dapat melesat dan tampil di Piala Dunia 2030? Kita tunggu bersama.