Surabaya Pilot Project Perlinsos Digital Tuntas, 25 Ribu KK Dicoret dan 175 Ribu Warga Baru Terjaring Bansos.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sistem Perlinsos Digital di Kota Surabaya akhirnya berhasil mencapai kesimpulan yang signifikan sebagaimana diumumkan oleh Kepala Badan Komunikasi Pemerintah Republik Indonesia (Bakom RI), Muhammad Qodari, dalam kunjungan ke Kantor Kecamatan Tambaksari, Surabaya, Selasa (28/7/2026). Pemutakhiran data penerima bantuan sosial (bansos) berbasis teknologi ini berhasil memangkas ribuan data penerima yang tidak tepat sasaran sekaligus menjaring puluhan ribu warga kurang mampu yang selama ini terabaikan.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Pemutakhiran data Perlinsos Digital dilakukan untuk mengeliminasi dua masalah klasik dalam penyaluran bantuan pemerintah, yakni inclusion error (penerima tak berhak) dan exclusion error (penerima berhak yang terlewat). Dari data lama sekitar 101 ribu KK di Surabaya, inclusion error sebesar 25 persen atau sekitar 25.000 KK yang tidak berhak, sehingga langsung dikeluarkan dari data. Sementara itu, integrasi data Perlinsos Digital secara presisi berhasil menjaring 51.000 KK baru atau setara dengan 175.000 jiwa warga Surabaya yang selama ini terlewat dari skema bantuan.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Dengan pemutakhiran ini, total penerima bansos di Kota Surabaya yang sah dan tervalidasi kini menjadi 119.000 KK. Proses verifikasi ini dijamin transparan dan bebas dari subjektivitas petugas lapangan. Aplikasi Perlinsos memanfaatkan fitur Face Recognition yang terkoneksi langsung dengan identitas KTP-el. Sistem kemudian melakukan cross-check data kepemilikan aset secara otomatis melintasi berbagai lembaga. Dengan demikian, keadilan dan akurasi dalam penyaluran bantuan sosial dapat ditingkatkan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Selain keakuratan sistem, Qodari juga memberikan apresiasi tinggi terhadap kejujuran warga Surabaya. Selama proses pendataan, tercatat ada 359.856 KK yang menolak menerima bantuan karena merasa ekonomi keluarga mereka sudah mampu dan tidak berhak mendapatkan bansos. Sementara itu, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kota Surabaya, Eddy Christijanto, menyampaikan bahwa cakupan pendaftaran Perlinsos di Surabaya melalui aplikasi Sayang Warga telah mencapai 99,74 persen. Untuk membantu warga yang belum memiliki Identitas Kependudukan Digital (IKD), Pemkot Surabaya mengerahkan sebanyak 13.049 agen pendamping yang terdiri dari unsur ASN, pengurus RT/RW, dan pendamping PKH.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/surabaya/554250/surabaya-pilot-project-perlinsos-digital-25-ribu-kk-dicoret-175-ribu-warga-baru-terjaring-bansos, without altering the facts of the original article.