BEM Fakultas Bersatu menjadi sorotan setelah menggelar konferensi pers terkait sikap atas aksi demonstrasi mahasiswa. Namun, tiga kampus yakni BEM FTI UBSI, BEM FPsi UNJ, dan BEM Institut STIAMI membantah terlibat dalam agenda tersebut. Mereka menyatakan tidak pernah ikut serta maupun memvalidasi konferensi pers yang mengatasnamakan aliansi itu.
Apa yang Terjadi?
Tiga lembaga kemahasiswaan tersebut secara serentak melayangkan protes dan menyatakan sikap tidak terlibat dalam agenda tersebut. BEM FTI UBSI membantah terlibat dalam konferensi pers yang digelar oleh BEM Fakultas Bersatu pada Selasa malam. Mereka menegaskan tidak pernah mengirimkan perwakilan atau memberikan mandat kepada siapapun untuk mewakili organisasi.
“Sehubungan dengan pemberitaan yang mencantumkan nama BEM FTI UBSI dalam konferensi pers terkait dugaan keterkaitan Letjen (Purn) Setyo Sularso dan Tiyo Ardianto, kami menyampaikan bahwa BEM FTI UBSI tidak pernah menghadiri maupun mengirimkan perwakilan pada konferensi pers tersebut,” kata BEM FTI UBSI.
BEM FPsi UNJ pun turut membantah terlibat dalam konferensi pers yang digelar kemarin malam. BEM Institut STIAMI juga menegaskan bahwa mereka sama sekali tidak pernah ikut serta maupun memvalidasi konferensi pers yang mengatasnamakan aliansi itu.
Mengapa dan Dampak
Keterlibatan nama-nama kampus tanpa izin dan koordinasi sebelumnya menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi dan kredibilitas BEM Fakultas Bersatu. Hal ini juga menimbulkan dugaan bahwa ada mahasiswa palsu yang terlibat dalam konferensi pers tersebut.
Dampak dari kejadian ini adalah menurunnya kepercayaan masyarakat terhadap gerakan mahasiswa. Jika tidak ditangani dengan baik, kejadian ini dapat memengaruhi pandangan masyarakat terhadap peran dan fungsi organisasi kemahasiswaan.
Tiga Fakta yang Bikin Laga Ini Berbeda
Berikut tiga fakta yang terkait dengan kejadian ini:
BEM FTI UBSI, BEM FPsi UNJ, dan BEM Institut STIAMI membantah terlibat dalam konferensi pers BEM Fakultas Bersatu. Mereka menyatakan tidak pernah mengirimkan perwakilan atau memberikan mandat kepada siapapun untuk mewakili organisasi. Kejadian ini menimbulkan pertanyaan tentang legitimasi dan kredibilitas BEM Fakultas Bersatu.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kejadian ini menunjukkan bahwa masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh organisasi kemahasiswaan. Mereka harus memastikan bahwa kegiatan yang dilakukan memiliki legitimasi dan kredibilitas yang kuat. Di sisi lain, kejadian ini juga menunjukkan pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam kegiatan organisasi.