Ronald Ngantung, nama yang tak asing lagi bagi warga Makassar, terutama mereka yang pernah berkecimpung di dunia jurnalistik. 35 tahun berlalu, kisah kebaikan Ronald Ngantung masih dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Akbar Faizal, seorang jurnalis senior, masih ingat saat-saat bekerja bersama Ronald Ngantung di Harian Pedoman Rakyat Makassar.
Kenangan Bersama Ronald Ngantung
Akbar Faizal menerima pesan WhatsApp dari Ronald Ngantung pagi tadi, yang membuat beliau flashback ke masa-masa bekerja bersama di Harian Pedoman Rakyat Makassar. “Assww. Selamat Siang Pak Akbar. Saya, Ronald Ngantung . Anda masih ingat di harian Pedoman Rakyat Makassar? Apa kabar Anda? Semoga sehat, kuat dan terus sukses. Selamat bekerja Pak Akbar Faisal,” tulis Ronald Ngantung dalam pesan tersebut.
Terakhir kali Akbar Faizal bertemu dengan Ronald Ngantung sekitar 7 tahun lalu di Makassar. Saat itu, Ronald Ngantung kembali ke Makassar setelah pensiun dari dunia pers, khususnya dari Koran Sinar Harapan yang kemudian berubah nama dan manajemen menjadi Suara Pembaruan. Ronald Ngantung berasal dari Manado, tetapi tumbuh dan berkembang di Makassar.
Momen Penentu di Menit Akhir
Akbar Faizal mengenal beberapa tokoh nasional yang lebih bangga menyebut diri orang Makassar ketimbang suku aslinya. Salah satunya adalah Jenderal George Toisutta, mantan Kasad TNI AD, yang berasal dari Ambon tetapi tumbuh besar di Makassar. Jenderal Pol Gories Mere, yang melegenda namanya dalam penanganan terorisme, juga sering menceritakan kisahnya yang hampir menjadi pastor sesuai rencananya usai menyelesaikan pendidikan menengahnya di SMA Rajawali Makassar.
Setelah menyelesaikan kuliah, Akbar Faizal memiliki dua rencana: menjadi seniman di Taman Ismail Marzuki (TIM) atau meneruskan menjadi wartawan. Akhirnya, beliau memutuskan untuk menjadi wartawan dan bergabung dengan Harian Pedoman Rakyat, yang saat itu merupakan salah satu surat kabar terbesar di Indonesia timur.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kisah kebaikan Ronald Ngantung masih dikenang dan menjadi inspirasi bagi banyak orang. Beliau merupakan contoh nyata dari seorang jurnalis yang tidak hanya memiliki kemampuan menulis yang baik, tetapi juga memiliki hati yang baik. Ronald Ngantung telah meninggalkan jejak yang baik di dunia jurnalistik, dan kisahnya akan terus dikenang oleh generasi mendatang.
Kita dapat belajar dari kisah Ronald Ngantung bahwa kebaikan dan integritas adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan. Dengan memiliki hati yang baik dan selalu berusaha melakukan yang terbaik, kita dapat meninggalkan jejak yang baik dan membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Akbar Faizal berharap bahwa kisah kebaikan Ronald Ngantung dapat menjadi inspirasi bagi generasi mendatang untuk terus berusaha melakukan yang terbaik dan meninggalkan jejak yang baik di dunia jurnalistik. Dengan terus mengingat dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan, kita dapat menciptakan lingkungan yang lebih baik dan membuat perbedaan dalam kehidupan orang lain.
Ronald Ngantung telah menunjukkan bahwa kebaikan dan integritas adalah hal yang sangat penting dalam kehidupan. Mari kita terus mengingat dan mengamalkan nilai-nilai kebaikan tersebut untuk menciptakan lingkungan yang lebih baik.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/makassar/1843266/akbar-faizal-ronald-ngantung-dan-kisah-kebaikan-yang-terus-dikenang-setelah-35-tahun, without altering the facts of the original article.