Film 402 Rumah Sakit Angker Korea merupakan adaptasi dari film horor asal Korea, Gonjiam: Haunted Asylum (2018). Film ini disutradarai oleh Anggy Umbara dan ditulis oleh Lele Laila. Mereka berdua memutuskan untuk memperpanjang kisah film ini hingga 20 menit dari cerita asli.
Apa yang Terjadi di Balik Film 402 Rumah Sakit Angker Korea?
Film 402 Rumah Sakit Angker Korea merupakan film horor yang menceritakan tentang sekelompok orang yang mengunjungi rumah sakit yang angker. Film ini memiliki visi yang jelas dan terlihat coba dituturkan dengan cara yang lebih kreatif untuk kelas film Indonesia yang diproduksi oleh studio mainstream. Desain set yang dibuat semeyakinkan mungkin sebagai sebuah rumah sakit terbengkalai, dengan segala benda-benda dan efek poltergeist di dalamnya, patut menjadi kredit untuk tim desain produksi.
Film ini juga memiliki gambar yang jernih dan tidak berisik dengan scoring seperti kebiasaan film horor lokal lainnya. Scoring hanya ditampilkan pada adegan-adegan penting dan terbilang efisien dalam mempertebal suasana cerita. Namun, bagian paling mengganjal dalam film ini justru datang dari aspek ke-Indonesiaannya.
Mengapa Film 402 Rumah Sakit Angker Korea Menuai Kritik?
Niat tim kreatif untuk membawa unsur mistik Indonesia seperti jelangkung, lengkap dengan batok kelapa dan kain gembel serta mantra yang ‘diadaptasi’ dengan bahasa Korea, justru terasa cringe. Narasi itu sungguh aneh, karena terasa memaksakan diri untuk nasionalis dan cinta ‘budaya Indonesia’ dalam film adaptasi asing yang mana latar ceritanya juga di luar negeri.
Padahal, dengan menampilkan anak muda Indonesia ditambah orang Korea yang berbahasa Indonesia dengan aksen Jawa yang medok, sudah cukup untuk meng-Indonesia-kan cerita impor ini. Kalau pun Anggy dan Lele ngebet banget memasukkan unsur mistik tradisional di film ini, mestinya mereka bisa memodifikasi jelangkungnya dengan lebih logis untuk bisa lolos keamanan bandara, atau bisa ditemukan di lokasi cerita.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Keputusan untuk mengadaptasi film sepopuler Gonjiam: Haunted Asylum (2018) seperti yang dilakukan oleh 402 Rumah Sakit Angker Korea (2026) adalah sebuah pertaruhan berisiko tinggi. Film ini membuktikan bahwa Gonjiam (2018) memang sulit untuk ditandingi, sampai saat ini. Oleh karena itu, film 402 Rumah Sakit Angker Korea harus memiliki perencanaan yang matang untuk dapat bersaing dengan film-film lainnya.
Dalam pengembangan cerita, film 402 memiliki beberapa kekurangan. Keputusan untuk mengangkat fenomena kultus sesat yang sempat ramai di Korea Selatan memang hal yang positif, tapi masih terasa ganjil dengan keseluruhan cerita. Oleh karena itu, film 402 harus memiliki perencanaan yang lebih baik untuk dapat meningkatkan kualitas cerita dan dapat diterima oleh penonton.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Film 402 Rumah Sakit Angker Korea memiliki potensi yang besar untuk menjadi film horor yang berkualitas. Namun, film ini masih memiliki beberapa kekurangan yang harus diperbaiki. Dengan perencanaan yang matang dan pengembangan cerita yang lebih baik, film 402 Rumah Sakit Angker Korea dapat menjadi film horor yang dapat bersaing dengan film-film lainnya.
Dalam beberapa tahun ke depan, film 402 Rumah Sakit Angker Korea dapat menjadi salah satu film horor yang paling populer di Indonesia. Oleh karena itu, tim kreatif harus terus meningkatkan kualitas cerita dan dapat memenuhi harapan penonton. Dengan demikian, film 402 Rumah Sakit Angker Korea dapat menjadi salah satu film horor yang paling sukses di Indonesia.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/hiburan/20260712191053-220-1379889/review-film-402-rumah-sakit-angker-korea, without altering the facts of the original article.