6 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Kebiasaan sehari-hari dapat merusak ginjal, apalagi jika dibiarkan terus menerus. Ahli Urologi beri peringatan tentang 6 kebiasaan yang wajib disetop untuk menjaga kesehatan ginjal Anda!

Ginjal merupakan salah satu organ vital dalam tubuh manusia yang berfungsi sebagai penyaring limbah dan cairan berlebih. Namun, hampir 10 persen populasi dunia mengidap penyakit ginjal kronis yang berkembang secara diam-diam. Selain diabetes dan hipertensi, kebiasaan sepele sehari-hari ternyata bisa jadi biang kerok rusaknya fungsi ginjal.

6 Kebiasaan Sehari-Hari yang Bisa Merusak Ginjal

Dr Shalabh Agrawal, seorang pakar Urologi dan Andrologi dari Delhi, India, memberikan peringatan bahwa pilihan kecil sehari-hari bisa berdampak signifikan pada kesehatan ginjal jangka panjang. Berikut 6 kebiasaan sehari-hari yang wajib disetop demi menghindari risiko kerusakan ginjal:

Asupan garam berlebih menjadi beban berat bagi ginjal. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) merekomendasikan batas aman konsumsi garam maksimal 5 gram atau sekitar satu sendok teh per hari. Sayangnya, banyak orang kebablasan akibat sering mengonsumsi makanan olahan atau jajan di restoran. “Saat makan terlalu banyak natrium, tubuh menahan air ekstra untuk mengencerkannya. Ini memicu tekanan darah tinggi yang merusak pembuluh darah halus penyaring limbah di dalam ginjal,” jelas Dr Agrawal.

Bagi orang yang kerap sakit kepala, nyeri sendi, atau pegal otot mungkin akan sering mengonsumsi obat pereda nyeri. Terutama golongan obat antiinflamasi non-steroid (NSAID), seperti ibuprofen atau diklofenak. Obat-obatan ini menekan zat prostaglandin yang berfungsi menjaga aliran darah ke ginjal. Jika aliran darah menyusut drastis, risiko cedera ginjal akut mengintai.

Kurangnya Hidrasi dan Makanan Ultra-Processed

Kekurangan cairan dapat membuat urine berubah warna menjadi lebih pekat dan kental. Kondisi ini memicu endapan zat kimia yang meningkatkan risiko batu ginjal. Berdasarkan temuan yang dipublikasikan dalam studi Public Health Nutrition, hidrasi yang cukup sangat krusial untuk membantu ginjal membilas racun keluar dari tubuh.

Mulai dari mi instan, camilan kemasan, hingga sosis dan daging olahan biasanya tinggi natrium dan zat aditif fosfor. Riset yang dipublikasikan di American Journal of Kidney Diseases membuktikan konsumsi makanan ultra-processed dalam jangka panjang, dapat memicu lonjakan risiko penyakit ginjal kronis.

Dampak Kurang Tidur dan Konsumsi Gula Berlebih

Tidur kurang dari 6 jam per malam bisa mengacaukan ritme sirkadian alami tubuh. Efeknya, proses regenerasi organ terganggu dan memicu stres pada jaringan ginjal. Maka dari itu, pastikan tidur cukup demi menjaga kestabilan fungsi organ dalam.

Konsumsi gula berlebih dari minuman manis, boba, maupun hidden sugar di dalam saus kemasan bisa memicu obesitas. Secara medis, obesitas adalah gerbang utama menuju diabetes tipe 2 dan hipertensi. Itu merupakan dua faktor risiko tertinggi yang bisa merusak ginjal hingga memaksa pasien menjalani prosedur cuci darah.

Apa Artinya Ini ke Depan?

Kebiasaan sehari-hari yang tidak seimbang dapat berdampak signifikan pada kesehatan ginjal. Oleh karena itu, penting untuk memperhatikan pola hidup dan pola makan sehari-hari. Dengan melakukan perubahan kecil, kita dapat mengurangi risiko kerusakan ginjal dan menjaga kesehatan organ vital lainnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dalam upaya menjaga kesehatan ginjal, kita masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Dengan meningkatkan kesadaran dan edukasi tentang pentingnya kesehatan ginjal, kita dapat mengurangi angka kejadian penyakit ginjal kronis. Oleh karena itu, mari kita mulai melakukan perubahan kecil hari ini untuk menjaga kesehatan ginjal kita ke depan.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-8547433/ahli-urologi-ungkap-6-kebiasaan-sepele-yang-diam-diam-bikin-ginjal-rusak, without altering the facts of the original article.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *