Transformasi Karier Lulusan SMK: Dari Ruang Kelas Menuju Dunia Industri Berpenghasilan Tinggi di Era Digital
KompetitifMembangun Portofolio Sejak SMK: Strategi Efektif Menarik Perhatian Perusahaan Besar dan Meningkatkan Peluang Karier Profesional
KompetitifJaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah mengakui bahwa rumahnya di Sentul, yang digeledah oleh polisi beberapa hari lalu, memang miliknya. Pengakuan ini disampaikan Febrie di Gedung Bundar, Kejagung, Jakarta, Jumat (10/7). Rumah tersebut telah dimiliki Febrie sejak lama dan tidak ada kaitannya dengan kasus korupsi batu bara yang sedang diselidiki.
Penggeledahan dan Penyitaan Aset
Sebelumnya, polisi menggeledah rumah mewah di kawasan Sentul pada Kamis (9/7) dan menemukan brankas tersembunyi berisi sejumlah koper. Di dalam koper tersebut, penyidik menemukan 74 kilogram emas batangan, 4.767.300 dollar Amerika Serikat, 14.083.800 dollar Singapura (SGD), serta uang tunai Rp 100 juta. Febrie menegaskan bahwa seluruh uang yang ditemukan memiliki pemilik yang jelas dan tidak ada kaitannya dengan dirinya.
Momen Penentu di Menit Akhir
Febrie juga membantah memiliki keterkaitan dengan blackout listrik yang disebut polisi menjadi akibat korupsi batu bara PLTU. “Saya juga tidak paham ada kaitan Jampidsus dengan blackout. Nanti kita tunggulah proses bagaimana rekan-rekan penyidik nanti menyampaikan apa masalahnya keterkaitan blackout tersebut ya,” kata Febrie.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kejadian ini dapat berdampak pada proses penyelidikan kasus korupsi batu bara yang sedang ditangani oleh Pidsus Kejagung. Febrie menyebutkan bahwa pihaknya masih fokus pada proses pemberkasan perkara dan pendalaman penyidikan. “Sedangkan nama-nama yang disebut oleh Pak Sony 41 orang, bahkan juga di kita berkembang,” kata Febrie. Kasus korupsi tata kelola program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang sedang ditangani oleh Pidsus Kejagung juga masih dalam tahap pendalaman penyidik.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Febrie menegaskan bahwa pihaknya masih diberi tugas dan tidak ada rencana untuk mundur. Kasus korupsi yang sedang ditangani oleh Pidsus Kejagung masih panjang dan membutuhkan proses yang teliti. “Perkara tersebut masih difokuskan pada proses pemberkasan perkara. Sementara itu, puluhan nama yang disebut-sebut terkait perkara tersebut masih dalam tahap pendalaman penyidik,” kata Febrie.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/news/1368166/penyidik-temukan-74-kg-emas-dan-uang-jutaan-dolar-jampidsus-akui-rumah-di-sentul-miliknya, without altering the facts of the original article.