Berita Hari Ini – 18 Mei 2026 | Tragedi kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur pada 27 April 2026 malam hari masih membekas di benak masyarakat. Dokter Iqbal El Mubarak, seorang dokter spesialis bedah, berperan penting dalam menyelamatkan 5 nyawa korban kecelakaan tersebut.
Iqbal yang sedang menyetir pulang dari sebuah mal, langsung menuju lokasi kecelakaan setelah mendengar kabar tentang kejadian tersebut. Begitu tiba di lokasi, Iqbal bergabung dengan tim medis lain dan bergegas menuju gerbong perempuan, tempat 5 korban terjepit hebat.
Kondisi Korban yang Parah
Kondisi kelimanya tampak semakin lemah, terlihat dari denyut nadi mereka yang terus menurun. Iqbal menuturkan bahwa kaki para korban terjepit material-material dari kereta api, karena lantai kereta itu terangkat dan berlipat-lipat. Iqbal dan tim medis lain berusaha menstabilkan kondisi vital para korban, sementara tim Basarnas berusaha menyingkirkan material yang menjepit tubuh mereka.
Namun, setiap kali besi bergeser, jeritan para korban melengking nyaring. Iqbal sadar bahwa para korban tidak akan bisa diselamatkan jika proses evakuasi terus dilakukan dalam kondisi sadar. Iqbal mencetuskan ide untuk membius total para korban agar mereka tidak merasakan sakit saat material yang menjepit tubuh mereka disingkirkan.
Proses Evakuasi yang Berat
Iqbal mengaku bahwa gagasan tersebut muncul setelah teringat misi penyelamatan heroik tim sepak bola Wild Boars di gua Tham Luang, Thailand, pada 2018 silam. Orang pertama yang akan dibius Iqbal adalah Nurul, gadis berusia 21 tahun. Setelah menjelaskan prosedur yang akan dilakukan, Iqbal menyuntikkan obat bius ke tubuh Nurul.
Saat Nurul tak lagi sadarkan diri, tim Basarnas dengan cepat menyingkirkan material yang menjepit tubuhnya, lalu menggotongnya keluar dari gerbong. Begitu pula korban kedua hingga kelima. Iqbal dan tim medis lain berjuang untuk menyelamatkan nyawa para korban, dan akhirnya berhasil menyelamatkan 5 nyawa.
Saat ini, 17 korban kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur masih menjalani perawatan di rumah sakit. Masyarakat berharap para korban dapat segera pulih dan kembali ke kehidupan normal.