1 Juni 2026

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Berita Hari Ini – 18 Mei 2026 | Iran membantah isu transfer uranium ke luar negeri dan menegaskan bahwa fokus utama mereka adalah penghentian permusuhan dengan Amerika Serikat (AS). Hal ini disampaikan oleh Presiden Iran, Masoud Pezeshkian, bahwa Iran tidak akan pernah menyerah atau mundur terhadap AS.

Menurut Pezeshkian, jika ada pembicaraan mengenai dialog atau negosiasi, itu tidak berarti menyerah atau mundur, melainkan bertujuan untuk mengamankan hak-hak bangsa Iran dan secara tegas membela kepentingan nasional. Iran juga menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah tunduk di hadapan musuh.

🔖 Baca juga:
Terungkap! Core Menjadi Kunci Transformasi AI, Keuangan, dan Antariksa di Era Modern

Persoalan Nuklir

Persoalan nuklir menjadi batu sandungan dalam pembicaraan damai antara Iran dan AS. Wakil Presiden AS, JD Vance, menulis di media sosial bahwa menginginkan energi nuklir sipil adalah satu hal, tetapi menuntut kapasitas pengayaan yang canggih adalah hal lain. Vance juga menegaskan bahwa Iran tidak perlu memperkaya uranium jauh di atas ambang batas untuk penggunaan sipil.

Iran kemungkinan akan mengusulkan agar sebagian uranium yang sangat diperkaya akan diencerkan, dan sisanya dipindahkan ke negara ketiga. Proses pengayaan uranium untuk membuat energi nuklir sipil dan bom nuklir pada dasarnya sama. Uranium yang diperkaya hingga 3,67 persen sudah cukup untuk energi nuklir sipil, sedangkan tingkat kemurnian 90 persen diperlukan untuk senjata nuklir.

Sejarah Perjanjian Nuklir

Pada tahun 2018, AS menarik diri dari perjanjian nuklir (JCPOA) yang telah dinegosiasikan dengan Iran. Tindakan ini membuat Iran kehilangan keringanan sanksi yang telah dinegosiasikan. Iran kemudian memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian yang tinggi sebagai respons eskalasi terhadap tindakan AS.

🔖 Baca juga:
Red Bull Rookies Cup 2026: 20 Tahun Prestasi, Jadwal Padat, dan Harapan Baru Bagi Rider Muda

Iran berpendapat bahwa tidak ada misteri mengapa mereka memperkaya uranium hingga tingkat kemurnian yang tinggi ini. Hal ini merupakan bagian dari respons eskalasi yang jelas dan terencana terhadap tindakan Donald Trump yang secara sepihak menarik AS keluar dari perjanjian nuklir.

Iran tetap berkomitmen untuk menghentikan permusuhan dengan AS dan menegaskan bahwa mereka tidak akan pernah menyerah atau mundur. Pembicaraan damai antara Iran dan AS masih terus berlanjut, tetapi belum ada hasil yang signifikan.

Iran dan AS masih memiliki perbedaan pendapat tentang masalah nuklir, tetapi keduanya tetap berkomitmen untuk mencari solusi yang damai. Dalam beberapa hari terakhir, terdapat beberapa pernyataan yang menunjukkan bahwa Iran dan AS masih memiliki kemauan untuk berdialog dan mencari solusi yang damai.

🔖 Baca juga:
Robert Lewandowski di Persimpangan: Barcelona Tawar Potongan Gaji, AC Milan & Juventus Mengincar, Legenda Polandia Peringatkan!
Views: 2

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja Senior Staff Recruitment

Kompetitif
Full Time Entry
PT Airmas Perkasa ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Info Lowongan Kerja ADMIN ONLINE SHOP

Kompetitif
Full Time Entry
SETIA UTAMA BULLAES ✅ 📍 Jakarta Barat, Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *