Berita Hari Ini β 05 April 2026 | Jakarta, 5 April 2026 β Ketegangan seputar skandal paspor yang melanda pemain diaspora Tim Nasional Indonesia kembali memanas setelah nama bek muda Justin Hubner muncul dalam sorotan. Hubner, yang sebelumnya bermain untuk Fortuna Sittard di Liga Belanda, kini harus menjelaskan dirinya di hadapan publik setelah federasi Belanda (KNKN) melarangnya tampil karena masalah administratif yang belum terselesaikan.
Latihan Administratif yang Membayangi Karier
Kasus paspor atau yang dikenal dengan sebutan βpaspoortgateβ bermula dari laporan klub NAC Breda pada akhir 2025, menuduh sejumlah pemain keturunan Indonesia tidak memiliki dokumen yang sah untuk bermain di Eropa. Laporan itu menimbulkan gelombang investigasi di seluruh liga Belanda, memunculkan tiga nama utama: Dean James, Tim Geypens, dan Nathan TjoeβAβOn. Pada awalnya, Justin Hubner tampak lolos dari sorotan, namun seiring berjalannya waktu, KNKN mengeluarkan keputusan menangguhkan hak bermainnya sampai semua perizinan jelas.
Keputusan tersebut berdampak langsung pada performa Fortuna Sittard. Pada laga melawan AZ Alkmaar, nama Hubner tidak masuk dalam daftar skuad, bahkan tidak ada di bangku cadangan. Klub akhirnya kehilangan bek muda yang menjadi andalan di lini pertahanan, berujung pada kekalahan 0β2. Hubner kemudian mengeluarkan pernyataan resmi melalui akun media sosialnya, menegaskan bahwa ia βmenghormati keputusan KNKNβ sambil menuntut proses yang βadil dan transparanβ.
Reaksi Hubner dan Harapan Pemain Lain
Dalam pernyataannya, Hubner menyoroti pentingnya kejelasan regulasi bagi pemain diaspora. Ia menulis, βSaya mengerti bahwa regulasi harus ditegakkan, namun proses yang berlarutβlarit mengancam masa depan karier kami yang sudah berjuang keras untuk mengharumkan nama Indonesia di kancah internasional.β Hubner juga menambahkan bahwa ia siap bekerjasama dengan PSSI dan kedutaan Indonesia untuk menyelesaikan masalah paspor dan izin kerja.
Tak hanya Hubner, dua pemain Indonesia lainnya yang berkarier di Belgia β Ragnar Oratmangoen (FC Dender) dan Joey Pelupessy (Lommel SK) β kini berada dalam bayangβbayang skandal yang sama. Klub Royal Antwerp, yang belum memiliki pemain Indonesia, menjadi contoh pertama di Belgia yang secara proaktif menangguhkan pemain Gyrano Kerk sampai masalah paspor terselesaikan, memberi sinyal bahwa federasi Belgia juga mengawasi situasi ini dengan ketat.
Dimensi Internasional Paspor Gate
Pengembangan kasus ke Belgia menambah kompleksitas. Joey Pelupessy, yang baru menjadi WNI pada Februari 2025, tibaβtiba menghilang dari skuad Lommel SK. Sementara Oratmangoen, yang sudah mengajukan status nonβEU, kini harus menunggu klarifikasi lebih lanjut. Kedua kasus ini menegaskan bahwa paspor gate tidak hanya terbatas pada Belanda, melainkan berpotensi meluas ke seluruh Eropa Barat.
Para analis menilai bahwa kebijakan federasi Eropa yang ketat terhadap kepemilikan paspor ganda dan izin kerja dapat memicu krisis kepercayaan di antara pemain diaspora. Jika tidak ada solusi cepat, Indonesia berisiko kehilangan talenta penting yang sedang berkembang di kancah Eropa.
Upaya PSSI dan Pemerintah
PSSI menyatakan akan berkoordinasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di Den Haag dan Brussels untuk mempercepat proses naturalisasi dan validasi dokumen. Sementara itu, Menteri Pemuda dan Olahraga menegaskan bahwa pemerintah akan menyediakan bantuan hukum bagi pemain yang terdampak, sekaligus memperkuat regulasi domestik agar tidak terjadi kebocoran serupa di masa depan.
Justin Hubner menutup pernyataannya dengan harapan, βSaya berharap semua pihak dapat menyelesaikan masalah ini secepatnya, agar kami dapat kembali fokus pada lapangan dan memberikan kontribusi terbaik bagi Timnas Indonesia.β
Kasus paspor gate kini telah menjadi ujian besar bagi integritas regulasi sepak bola internasional dan komitmen Indonesia dalam melindungi warganya yang berkarier di luar negeri. Penyelesaian yang adil dan cepat menjadi kunci untuk memastikan tidak ada lagi pemain yang harus mengorbankan mimpi profesionalnya hanya karena birokrasi yang berbelit.