22 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Kasus penganiayaan SMP Singkawang, pelaku hanya bayar Rp2 juta untuk ganti biaya pengobatan korban yang mengalami cidera parah dan kelumpuhan. Apakah jumlah itu cukup untuk menutupi biaya pengobatan yang sebenarnya?

Kasus Penganiayaan di SMP Singkawang: Pelaku Hanya Bayar Rp2 Juta

Kasus penganiayaan yang terjadi di SMP Singkawang, Kalimantan Barat, kembali menjadi sorotan. Pelaku penganiayaan yang menyebabkan korban, W (12), mengalami cidera parah di kepala dan kelumpuhan pada salah satu kakinya, hanya membayar ganti rugi sebesar Rp2 juta. Jumlah ini dinilai tidak mencukupi untuk menutupi biaya pengobatan korban.

Kronologi kejadian bermula dari perkelahian antara pelaku dan korban pada bulan April lalu. Pelaku mengalami patah tulang tangan dan menyimpan dendam terhadap korban. Pada 15 Mei, pelaku merencanakan penganiayaan terhadap korban dengan membawa palu yang disembunyikan di dalam sweter. Akibatnya, korban mengalami cidera parah di kepala dan kelumpuhan pada salah satu kakinya.

🔖 Baca juga:
Kematian Buruh Bangunan di Pecatu, FAI Dipukuli Setelah Ejekan dari Kolam Renang

Apa yang Terjadi pada Korban?

Korban, W (12), masih membutuhkan operasi pemasangan tempurung lutut dan fisioterapi berkelanjutan. Kondisi korban saat ini masih belum bisa berjalan normal dan harus menggunakan kursi roda. “Pengobatan korban masih panjang. Sampai hari ini kaki belum pulih dan masih di kursi roda. Operasi pemasangan tempurung dan fisioterapi terus berjalan. Apalagi kasus Wesly tidak bisa pakai BPJS,” ujar perwakilan keluarga, Lani Wu.

Mengapa Kasus Ini Terjadi?

Kasus ini terjadi karena pelaku menyimpan dendam terhadap korban setelah mengalami patah tulang tangan dalam perkelahian sebelumnya. Pelaku kemudian merencanakan penganiayaan terhadap korban dan melaksanakannya seorang diri. “Dalam perkelahian tersebut, pelaku mengalami patah tulang tangan. Dari situlah muncul rasa dendam dari pelaku,” kata Kanit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Singkawang, Ipda Wijaya Rahmadinata.

🔖 Baca juga:
Polda Metro Ungkap 1.314 Kasus Narkoba dalam 6 Bulan, Jaringan Besar Teridentifikasi

Dampak dan Tindakan Selanjutnya

Dampak dari kasus ini sangat besar, terutama bagi korban dan keluarganya. Korban masih membutuhkan perawatan intensif dan biaya yang besar untuk pengobatannya. Keluarga korban menolak tawaran damai dari pelaku dan memilih menempuh jalur hukum untuk mencari keadilan. “Saya dari pihak keluarga, mediasi gagal jadi lanjutkan ke proses hukum,” pungkasnya.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kasus penganiayaan di SMP Singkawang ini masih memiliki jalan panjang yang harus ditempuh. Korban masih membutuhkan perawatan intensif dan biaya yang besar untuk pengobatannya. Keluarga korban berharap pelaku dapat dihukum seadil-adilnya dan korban dapat memperoleh keadilan. Proses hukum akan terus berjalan untuk mencari keadilan bagi korban dan keluarganya.

🔖 Baca juga:
Polisi Buru Pria Bule dan Dua Wanita di Canggu, Kasus Seks Oral Picu Ketegangan di Komunitas Wisata Bali

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *