7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Penjual es disabilitas kritik kebijakan MBG, protes kenaikan harga BBM non-subsidi. Aksi demonstrasi mahasiswa Surabaya ikut menyuarakan penolakan, apa yang terjadi selanjutnya?

Penjual es disabilitas di Surabaya mengkritik kebijakan Makan Siang Gratis (MBG) bersama mahasiswa dalam aksi protes menentang kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Aksi protes ini digelar di Surabaya, Jawa Timur, pada Rabu, 17 Juni 2026. Dalam aksi tersebut, seorang pedagang penyandang disabilitas menyampaikan pidato yang menyerukan penolakan terhadap kebijakan MBG dan kenaikan harga BBM non-subsidi. Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Airlangga, BEM Seluruh Indonesia (SI), dan Aliansi BEM Surabaya (ABS) juga turut serta dalam aksi protes ini.

Kebijakan MBG dan Kenaikan Harga BBM Non-Subsidi

Pada Rabu, 17 Juni 2026, mahasiswa dari berbagai universitas di Surabaya menggelar aksi protes menentang kenaikan harga BBM non-subsidi dan kebijakan MBG. Aksi protes ini diikuti oleh seorang pedagang penyandang disabilitas yang menyampaikan pidato kritis terhadap kebijakan tersebut. Mahasiswa membawa poster yang menyerukan penolakan terhadap kebijakan MBG dan kenaikan harga BBM non-subsidi.

Mengapa Kebijakan MBG Dikritik?

Kebijakan MBG dikritik karena dianggap tidak efektif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Pedagang penyandang disabilitas yang ikut serta dalam aksi protes menyatakan bahwa kebijakan MBG tidak akan berdampak signifikan pada kesejahteraannya. Selain itu, kenaikan harga BBM non-subsidi juga dianggap akan meningkatkan biaya hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada transportasi umum.

Dampak bagi Masyarakat

Kebijakan MBG dan kenaikan harga BBM non-subsidi memiliki dampak yang signifikan bagi masyarakat. Kenaikan harga BBM non-subsidi akan meningkatkan biaya hidup masyarakat, terutama bagi mereka yang bergantung pada transportasi umum. Sementara itu, kebijakan MBG dianggap tidak efektif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan. Oleh karena itu, aksi protes ini dianggap sebagai upaya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan tersebut.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Aksi protes ini merupakan salah satu upaya untuk menyuarakan aspirasi masyarakat dan mendorong pemerintah untuk mempertimbangkan kembali kebijakan MBG dan kenaikan harga BBM non-subsidi. Namun, masih banyak jalan panjang yang harus ditempuh untuk mencapai tujuan tersebut. Oleh karena itu, masyarakat harus terus menyuarakan aspirasinya dan mendorong pemerintah untuk membuat kebijakan yang lebih efektif dalam membantu masyarakat yang membutuhkan.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *