Nike di Bandung Dirumahkan 4.000 Buruh, Apa Penyebabnya?
Pabrik Nike di Bandung memutuskan untuk merumahkan sekitar 4.000 pekerja mulai 15 Juni 2026. Langkah ini diambil akibat keterlambatan suplai bahan baku yang diperlukan untuk proses produksi. Total pekerja yang tercatat di pabrik tersebut mencapai 14.000 orang.
Apa yang Terjadi?
Menurut Presiden KSPN Ristadi, keterlambatan suplai bahan baku ini disebabkan oleh perubahan sistem pengadaan bahan baku. Sebelumnya, Nike langsung menyuplai bahan baku, namun kini menggunakan vendor pihak ketiga. Hal ini diduga menjadi penyebab utama hambatan teknis yang terjadi. Diperkirakan, bahan baku baru akan tersedia pada bulan Juli mendatang.
Mengapa & Dampak
Ristadi menambahkan bahwa perusahaan tetap akan memenuhi hak-hak normatif para pekerja yang dirumahkan, termasuk pembayaran upah sesuai ketentuan yang berlaku. Namun, ia khawatir bahwa gangguan pasokan bahan baku ini bukan hanya persoalan teknis, melainkan juga berkaitan dengan melemahnya permintaan terhadap produk Nike di pasar global. Jika hal ini terjadi, maka potensi PHK massal bisa saja terjadi. Industri yang masih bergantung pada bahan baku impor saat ini tengah menghadapi tekanan akibat kenaikan biaya produksi, termasuk dari harga bahan baku dan energi. Oleh karena itu, Ristadi meminta pemerintah untuk memperkuat perlindungan terhadap industri dalam negeri dengan kebijakan yang mendukung iklim usaha dan keberlangsungan produksi.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah diharapkan dapat memberikan perhatian serius terhadap permasalahan yang dihadapi oleh industri dalam negeri, terutama dalam hal pengadaan bahan baku dan stabilitas harga energi. Dengan demikian, industri dalam negeri dapat bertahan dan terus berkembang, sehingga dapat meningkatkan kesejahteraan pekerja dan meningkatkan pertumbuhan ekonomi nasional.