3 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Ginjal rusak sering kali tidak menunjukkan gejala hingga tahap akhir. Waspadalah dengan 4 tanda ginjal rusak yang sering diabaikan, demi kesehatan Anda!

Ginjal rusak seringkali tidak menunjukkan gejala yang jelas, sehingga banyak pasien yang abai dan tidak melakukan pemeriksaan medis hingga stadium akhir. Padahal, kadar gula darah dan tekanan darah yang tidak terkontrol dapat mengikis dan merusak saringan halus di dalam ginjal. Menurut data National Institute of Diabetes and Digestive and Kidney Diseases (NIDDK), diabetes dan hipertensi masih mendominasi sebagai biang kerok utama kasus gagal ginjal di seluruh dunia.

Tanda-Tanda Awal Kerusakan Ginjal

Banyak orang mengira pergelangan kaki yang membengkak atau kantung mata yang membesar hanya karena efek terlalu banyak mengonsumsi garam, kelelahan, atau faktor penuaan. Nyatanya, itu bisa jadi tanda ginjal mulai kewalahan. “Ginjal yang rusak tidak seefektif dalam membuang cairan berlebih dari tubuh melalui urinasi, dan dapat menyebabkan penumpukan cairan di dalam tubuh,” jelas Dr Reetesh Sharma, Ketua Nefrologi dan Transplantasi Ginjal dari Rumah Sakit Spesialisasi Super Yatharth, India.

Jika karet kaus kaki mulai meninggalkan bekas yang sangat dalam di kulit, sepatu mendadak terasa sempit, atau wajah tampak sembap di pagi hari, segera lakukan pemeriksaan medis. Perubahan pada pola buang air kecil adalah cara paling jujur dari ginjal untuk menunjukkan kondisinya. Dr Sharma menyebutkan bahwa tanda kerusakan bisa dilihat jika urine mulai tampak berbusa, berwarna keruh, atau bahkan bercampur darah.

Gejala yang Sering Diabaikan

Urine yang berbusa pekat menandakan adanya kebocoran protein (albumin), yang menjadi indikator kuat bahwa saringan ginjal sudah bocor. Selain itu, jika lebih sering terbangun di malam hari hanya untuk ke toilet, hal ini tidak boleh lagi diabaikan. Di era modern, merasa lelah sering kali dianggap wajar akibat stres kerja. Tetapi, jika rasa lesu dan lemas tersebut tidak membaik meski sudah beristirahat cukup, bisa jadi darah sudah tercemar oleh tumpukan racun.

“Mereka yang memiliki masalah ginjal akan sering merasa lelah dan lesu, dan mungkin juga mengalami penurunan nafsu makan, mual, atau penurunan berat badan yang tidak disengaja,” urai Dr Sharma. Ketika fungsi ginjal menurun drastis, organ ini gagal menyaring limbah berbahaya dari aliran darah, membuat tubuh terasa terus-menerus keracunan dan kehabisan energi.

Hubungan Kesehatan Kulit dan Ginjal

Hubungan antara kesehatan kulit dan ginjal ternyata jauh lebih erat dari yang dibayangkan. Kulit yang mendadak bersisik, sangat kering, dan memicu rasa gatal hebat yang tak kunjung reda, meski sudah diolesi pelembap, bisa menjadi sinyal bahaya dari dalam tubuh. Menurut Dr Sharma, kondisi ini terjadi karena ginjal yang bermasalah sudah kehilangan kemampuannya dalam mengatur keseimbangan kadar mineral dan nutrisi penting di dalam darah.

Apa Artinya Ini bagi Penderita Diabetes dan Hipertensi?

Bagi orang dengan diabetes dan hipertensi, melakukan deteksi dini lewat tes darah untuk melihat laju filtrasi GFR (Glomerular Filtration Rate), serta tes protein urine adalah langkah paling bijak sebelum kerusakan ginjal terlanjur memasuki stadium akhir. Dengan demikian, penderita dapat melakukan tindakan pencegahan dan pengobatan yang tepat untuk mencegah kerusakan ginjal yang lebih parah.

Dalam jangka panjang, kesadaran dan pemahaman tentang tanda-tanda awal kerusakan ginjal dapat membantu mencegah kasus gagal ginjal yang lebih banyak. Oleh karena itu, penting bagi kita untuk memperhatikan gejala-gejala yang sering diabaikan dan melakukan pemeriksaan medis secara teratur untuk menjaga kesehatan ginjal.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *