21 Agustus 2026
featured_image

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Gadget dapat menjadi alat penenang saat anak tantrum, tapi bahayanya perlu diwaspadai. Apa dampak negatifnya jika anak diberi gadget saat emosi?

Bahaya Gadget untuk Anak, Dokter: Jangan Langsung Diberikan Saat Tantrum

Mengatasi anak tantrum menjadi pekerjaan rumah (PR) yang sulit bagi beberapa orang tua. Tak jarang, saat anak mengalami ledakan emosi atau tantrum, orang tua memberinya gadget sebagai penenang. Namun, pemberian gadget saat anak tantrum ternyata berdampak negatif untuk jangka panjang. Gadget seringkali dianggap sebagai “alat penenang ajaib” untuk anak-anak yang sedang tantrum. Namun, dokter tumbuh kembang RS Dr Saiful Anwar Malang, Dr dr Ariani, M.Kes., Sp.A., Subsp.T.K.P.S.(K), menjelaskan bahwa tantrum adalah hal normal atau fisiologis yang dialami anak mulai usia 1–1,5 tahun. Masa anak tantrum bisa menjadi lebih panjang hingga usianya 2–3 tahun.

Momen Penentu di Menit Akhir

Pada saat anak tantrum, orang tua harus hadir mendampingi anak belajar self-regulation atau menenangkan diri sendiri. Dr Ariani menjelaskan bahwa jika setiap anak tantrum, menangis, atau berteriak, lalu langsung diberi gawai, otak anak tidak akan belajar. Keputusan memberi gawai saat anak tantrum juga membuat perilaku negatifnya lebih kuat. “Anak jadi berpikir, kalau saya ngamuk (marah), saya akan mendapatkan apa yang saya senangi (gawai, misalnya). Selanjutnya, semakin hari, tantrumnya semakin parah,” ujar dr Ariani.

🔖 Baca juga:
5 Makanan Sebelum Tidur yang Dapat Membantu Anda Tidur Lebih Nyenyak Malam Ini

Apa Artinya Ini ke Depan?

Psikolog, Meutia Ananda, S.Psi., M.Psi., juga menyebut gawai adalah hiburan yang negatif untuk anak-anak usia dini. Karena hal tersebut bisa melemahkan perkembangan otak dan motoriknya. “Beberapa pasien anak yang datang rata-rata punya kebiasaan mendapatkan paparan gadget berlebih, dan hal itu berpengaruh pada konsentrasi saat dilakukan tes bakat minat anak. Pastinya berapa saya lupa ya, mungkin dari semua pasien anak, sekitar 80 persen saat digali atau dianamnesis gaya hidupnya, terkena paparan gadget (gawai),” ujar Meutia Ananda. Meutia Ananda merekomendasikan orang tua untuk mengenalkan anak membaca buku sejak dini. Karena, menurut banyak penelitian, kebiasaan membaca dan aktif bergerak adalah cara yang baik untuk mendukung perkembangan anak. Keduanya memberikan manfaat yang saling melengkapi.

🔖 Baca juga:
6 Kebiasaan Sehari-Hari yang Bisa Merusak Ginjal, Ahli Urologi Beri Peringatan

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Ibu satu anak di Pasuruan, Jawa Timur, Christine Ayu, bercerita, menenangkan anak tantrum memang melelahkan. Apalagi, selain menjadi ibu rumah tangga, ia juga bekerja sebagai guru di Pasuruan. Namun, ia memilih untuk tidak memberikan gawai pada putri semata wayangnya, bahkan saat sedang tantrum. Hingga putrinya kini berusia 3 tahun, Christine mengaku belum memberikan gawai sebagai media hiburan. Menurutnya, sayang jika anak diberikan gawai agar emosinya saat tantrum cepat mereda. Dengan demikian, penting bagi orang tua untuk memahami dampak negatif pemberian gadget saat anak tantrum dan memilih alternatif yang lebih sehat untuk mendukung perkembangan anak. Orang tua harus hadir mendampingi anak belajar self-regulation atau menenangkan diri sendiri, serta memberikan penjelasan mana kebutuhan yang benar dan salah, boleh dan tidak.

🔖 Baca juga:
Mengetahui Waktu Terbaik Minum Teh, Apakah Pagi atau Malam Hari yang Lebih Baik

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jatim.tribunnews.com/kesehatan/551040/jangan-langsung-beri-gadget-saat-anak-tantrum-dokter-anak-harus-belajar-tenangkan-emosi, without altering the facts of the original article.

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tempat Belajar Digital Marketing Gratis dan Berkualitas

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *