7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Motor matik sering rusak karena pengendara kerap "geber" gas saat berhenti. Ternyata ada cara rawat motor matik yang benar, simak agar motor Anda awet!

Pengendara motor matik atau skutik sering kali tergoda untuk “geber” gas, terutama saat motor masih statis di tengah kemacetan. Kebiasaan ini kerap dianggap sepele oleh banyak pengendara. Namun, tindakan tersebut berisiko tinggi merusak komponen mesin dan CVT. Jika terus dilakukan, kerusakan fatal pun bisa terjadi dan berdampak pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.

Apa yang Terjadi Saat Menggeber Motor Matik?

Menurut Endro Sutarno dari SiTEPAT, menggeber gas motor matic saat kondisi statis (misalnya di standar tengah atau macet) membuat mesin bekerja tanpa beban. Akibatnya, piston bisa menghantam klep, klep bisa bengkok, bahkan connecting rod berisiko patah. Dalam kasus ekstrem, mesin bisa turun total.

Selain itu, komponen CVT (Transmisi otomatis) juga terdampak. Menggeber gas sembari menahan rem (misalnya di lampu merah atau macet) membuat komponen CVT seperti V‑belt, roller, pulley, kampas kopling, dan rumah kopling bekerja ekstra dan panas secara berulang. Akibatnya, V‑belt cepat retak atau putus karena tarik‑ulur terus-menerus. Roller dan pulley mengalami aus lebih cepat, menyebabkan getaran dan suara berisik. Kampas kopling dan rumahnya bisa cepat habis, menimbulkan bunyi decitan dan akselerasi tersendat.

Mengapa Menggeber Motor Matik Berisiko?

Pengendara sering mulai menyadari ketidakwajaran saat muncul suara kasar atau “ngerok” dari dalam CVT, akselerasi terasa tidak halus, seperti ada jeda atau tertahan pada putaran menengah. Timbul getaran kuat saat berjalan karena komponen aus. Terasa motor “ngempos” dan kehilangan tenaga saat digas.

Diam-diam menggeber saat posisi di tempat tidak memberikan beban pada CVT dan mesin faktor utama kerusakan dini.

Bagaimana Cara Merawat Motor Matik dengan Baik?

Untuk menghindari kerusakan pada motor matik, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, panaskan mesin dulu sebelum digunakan. Idntimes dan Oke Jambi menyarankan tunggu 1–2 menit agar oli melumasi seluruh komponen mesin sebelum gas ditarik penuh. Hindayat memperingatkan agar gas dan rem tak dioperasikan bersamaan karena akan membuat V-belt “tarik-ulur” berlebihan.

Selain itu, lakukan servis CVT dan ganti sabuk sesuai anjuran. Servis rutin dan pembersihan debu dalam CVT krusial. Ganti V-belt dan roller tiap 15.000–20.000 km agar performa tetap optimal.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Dengan menghindari geber dalam keadaan statis, memanaskan mesin sebelum jalan, serta rutin servis dan menggunakan oli yang tepat, performa motor dapat terjaga maksimal dan komponen tetap awet. Oleh karena itu, penting bagi pengendara motor matik untuk memperhatikan cara-cara tersebut agar motor mereka tetap dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan yang fatal.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *