Pengendara motor matik atau skutik sering kali tergoda untuk “geber” gas, terutama saat motor masih statis di tengah kemacetan. Kebiasaan ini kerap dianggap sepele oleh banyak pengendara. Namun, tindakan tersebut berisiko tinggi merusak komponen mesin dan CVT. Jika terus dilakukan, kerusakan fatal pun bisa terjadi dan berdampak pada biaya perbaikan yang tidak sedikit.
Apa yang Terjadi Saat Menggeber Motor Matik?
Menurut Endro Sutarno dari SiTEPAT, menggeber gas motor matic saat kondisi statis (misalnya di standar tengah atau macet) membuat mesin bekerja tanpa beban. Akibatnya, piston bisa menghantam klep, klep bisa bengkok, bahkan connecting rod berisiko patah. Dalam kasus ekstrem, mesin bisa turun total.
Selain itu, komponen CVT (Transmisi otomatis) juga terdampak. Menggeber gas sembari menahan rem (misalnya di lampu merah atau macet) membuat komponen CVT seperti Vâbelt, roller, pulley, kampas kopling, dan rumah kopling bekerja ekstra dan panas secara berulang. Akibatnya, Vâbelt cepat retak atau putus karena tarikâulur terus-menerus. Roller dan pulley mengalami aus lebih cepat, menyebabkan getaran dan suara berisik. Kampas kopling dan rumahnya bisa cepat habis, menimbulkan bunyi decitan dan akselerasi tersendat.
Mengapa Menggeber Motor Matik Berisiko?
Pengendara sering mulai menyadari ketidakwajaran saat muncul suara kasar atau ângerokâ dari dalam CVT, akselerasi terasa tidak halus, seperti ada jeda atau tertahan pada putaran menengah. Timbul getaran kuat saat berjalan karena komponen aus. Terasa motor ângemposâ dan kehilangan tenaga saat digas.
Diam-diam menggeber saat posisi di tempat tidak memberikan beban pada CVT dan mesin faktor utama kerusakan dini.
Bagaimana Cara Merawat Motor Matik dengan Baik?
Untuk menghindari kerusakan pada motor matik, ada beberapa hal yang dapat dilakukan. Pertama, panaskan mesin dulu sebelum digunakan. Idntimes dan Oke Jambi menyarankan tunggu 1â2 menit agar oli melumasi seluruh komponen mesin sebelum gas ditarik penuh. Hindayat memperingatkan agar gas dan rem tak dioperasikan bersamaan karena akan membuat V-belt âtarik-ulurâ berlebihan.
Selain itu, lakukan servis CVT dan ganti sabuk sesuai anjuran. Servis rutin dan pembersihan debu dalam CVT krusial. Ganti V-belt dan roller tiap 15.000â20.000 km agar performa tetap optimal.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dengan menghindari geber dalam keadaan statis, memanaskan mesin sebelum jalan, serta rutin servis dan menggunakan oli yang tepat, performa motor dapat terjaga maksimal dan komponen tetap awet. Oleh karena itu, penting bagi pengendara motor matik untuk memperhatikan cara-cara tersebut agar motor mereka tetap dalam kondisi baik dan tidak mengalami kerusakan yang fatal.