7 Juli 2026
featured_image

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya
Wasit Piala Dunia 2026 alami kram parah di akhir laga. Apakah cuaca panas menjadi penyebabnya? Simak penjelasan dari mantan wasit berlisensi FIFA, Mark Clattenburg.

Wasit asal Jerman, Felix Zwayer, mengalami kram parah di akhir laga Piala Dunia 2026 antara Amerika Serikat dan Australia di Lumen Field, Seattle. Zwayer kemudian mendapatkan perawatan dari tim medis setelah dibantu oleh para pemain di lapangan. Insiden ini menarik perhatian banyak pihak, termasuk mantan wasit berlisensi FIFA, Mark Clattenburg.

Momen Penentu di Menit Akhir

Menurut referensi, Zwayer memberikan 28 pelanggaran dan tujuh kartu kuning, tiga untuk tim Amerika dan empat untuk tim Australia. Pada laga tersebut, Zwayer bisa dikatakan cukup bekerja keras. Sebuah penelitian tahun 2012 menyebutkan bahwa wasit utama setidaknya memiliki rata-rata menempuh jarak 11,6 km sementara asisten wasit 6,5 km sepanjang laga. Kondisi ini bisa menjadi lebih berat jika saja pertandingan berada pada tempo yang cepat, jual beli serangan dari kedua tim yang berlaga berlangsung sporadis.

Apa yang Terjadi

Zwayer mengalami kram kaki pada laga yang berlangsung di Lumen Field, Seattle tersebut. Mantan wasit berlisensi FIFA, Mark Clattenburg mencoba menebak mengapa Felix Zwayer bisa mengalami kram kaki pada laga tersebut. Clattenburg menyebut cuaca panas menjadi salah satu biang kerok mengapa wasit juga bisa kram pada momen itu. “Dia perlu mengonsumsi garam. Hari ini panas, para wasit sedang beradaptasi dengan kondisi cuaca, dan ini adalah contoh utamanya. Ini agak memalukan, tapi saya yakin dia akan melupakan kejadian ini,” kata Clattenburg.

Mengapa dan Dampak

Mengapa wasit bisa mengalami kram? Cuaca panas menjadi salah satu faktornya. Wasit utama memiliki pekerjaan yang lebih besar dibandingkan asisten wasit, mereka harus ikut berlari mengikuti pergerakan bola atau setidaknya cukup dengan dengan permainan agar bisa mengambil keputusan secara akurat. Kondisi ini bisa menjadi lebih berat jika saja pertandingan berada pada tempo yang cepat. Dampaknya, wasit perlu meningkatkan kondisi fisik dan memperhatikan asupan garam dan cairan tubuh, terutama pada cuaca panas.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Kejadian ini menjadi pelajaran bagi wasit untuk meningkatkan kondisi fisik dan memperhatikan asupan garam dan cairan tubuh, terutama pada cuaca panas. Zwayer dan timnya pasti akan mempersiapkan diri lebih baik untuk pertandingan selanjutnya. Piala Dunia 2026 masih panjang, dan wasit perlu siap untuk menghadapi tantangan berikutnya.

Tokopedia PHK Karyawan: Kronologi, Alasan, dan Dampaknya bagi Industri E-Commerce Indonesia

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Info Lowongan Kerja Waiter

Kompetitif
Full Time Entry
Langit Rasa ✅ 📍 Tangerang, Banten

Info Lowongan Kerja SALES EXECUTIVE

Kompetitif
Full Time Entry
PT KARYA BINTANG GEMILANG ✅ 📍 Bogor, Jawa Barat

Info Lowongan Kerja Customer service Morning Shift (WFH)

Kompetitif
Full Time Entry
PT Rental Teknologi Indonesia ✅ 📍 Jakarta Raya

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *