Konflik Lahan Meluas, RSUP Jayapura Dipalang
Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) Jayapura dipalang oleh masyarakat adat setempat sejak Rabu (17/6) akibat konflik lahan. Pemalangan ini menyebabkan akses utama rumah sakit tertutup, tetapi manajemen rumah sakit memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan melalui pintu kedua. Direktur Jenderal Pelayanan Kesehatan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), dr Azhar Jaya, menegaskan bahwa rumah sakit adalah fasilitas vital yang harus tetap dapat diakses masyarakat dalam kondisi apa pun.
Apa yang Terjadi
Aksi pemalangan di RSUP Jayapura dilakukan oleh masyarakat adat setempat yang menuntut kejelasan status lahan yang digunakan untuk pembangunan rumah sakit. Meskipun akses utama tertutup, manajemen rumah sakit mengalihkan akses pasien dan petugas melalui pintu kedua. Pelayanan Instalasi Gawat Darurat (IGD), Rawat Inap, dan Rawat Jalan tetap beroperasi. Tercatat 2 pasien di IGD, 33 pasien Rawat Inap, dan 6 pasien di ruang Rawat Intensif masih mendapatkan perawatan. Para pegawai shift sore juga tetap siaga melayani pasien.
Mengapa dan Dampak
Masyarakat adat setempat melakukan aksi pemalangan karena belum jelasnya status lahan yang digunakan untuk pembangunan RSUP Jayapura. Konflik lahan ini berpotensi membahayakan keselamatan pasien, terutama mereka yang membutuhkan tindakan kegawatdaruratan. “Kami sangat prihatin dengan adanya aksi pemalangan di RSUP Jayapura. Rumah sakit adalah tempat masyarakat menggantungkan harapan untuk mendapatkan layanan kesehatan,” ujar dr Azhar Jaya. Kemenkes berharap persoalan ini dapat segera diselesaikan secara baik-baik melalui jalur musyawarah dengan pihak-pihak terkait, tanpa harus mengorbankan hak masyarakat Papua untuk memperoleh layanan kesehatan yang layak.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kementerian Kesehatan terus mengimbau semua pihak untuk mengedepankan dialog dan tidak menghalangi hak masyarakat untuk berobat. “Kami percaya, dengan dialog yang baik, persoalan ini dapat menemukan titik temu. Yang terpenting, layanan kesehatan bagi masyarakat Papua tidak boleh terhenti,” pungkas dr Azhar Jaya. RSUP Jayapura terus berkoordinasi dengan aparat keamanan untuk mengantisipasi situasi dan memastikan pelayanan kesehatan tetap berjalan dengan baik.