Nico Schlotterbeck, bek Timnas Jerman, dipastikan absen di sisa Piala Dunia 2026 akibat cedera engkel yang dialaminya saat melawan Pantai Gading dalam laga penyisihan grup E. Cedera ini membuat Schlotterbeck akan absen selama beberapa bulan. Timnas Jerman telah mengonfirmasi bahwa Schlotterbeck menderita “cedera pada ligamen kolateral medial di pergelangan kaki kirinya”.
Cedera yang Dialami Schlotterbeck
Schlotterbeck cedera saat bermain melawan Pantai Gading pada Minggu (21/6) dini hari WIB. Ia digantikan oleh Antonio Rudiger pada awal babak kedua. Setelah laga yang berakhir 2-1 untuk Jerman, pelatih Julian Nagelsmann mengatakan bahwa kondisi pemain 26 tahun itu “tak tampak bagus.” Timnas Jerman kemudian mengonfirmasi cedera Schlotterbeck pada Senin (22/6).
Momen Penentu di Menit Akhir
Schlotterbeck menjadi pemain kedua di Timnas Jerman yang menderita cedera. Sebelumnya, mereka kehilangan Lennart Karl akibat cedera paha saat latihan hanya beberapa hari sebelum pembukaan Piala Dunia 2026. Ia lalu digantikan oleh Assan Ouedraogo. Absennya Schlotterbeck menjadi kerugian bagi Jerman karena ia menjadi andalan di lini belakang bersama Jonathan Tah.
Apa Artinya Ini bagi Timnas Jerman?
Absennya Schlotterbeck akan berdampak pada performa Timnas Jerman di Piala Dunia 2026. Schlotterbeck memiliki peran penting di lini belakang dan juga mampu diandalkan saat situasi bola mati. Dengan cedera ini, Timnas Jerman harus mencari solusi untuk memperkuat lini belakang mereka. Antonio Rudiger diyakini akan menjadi opsi utama Nagelsmann untuk laga terakhir fase grup melawan Ekuador pada Jumat (26/6) pukul 03.00 WIB.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Meski telah mengunci tiket ke 32 besar sebagai juara grup, Timnas Jerman masih harus terus meningkatkan performa mereka untuk melaju lebih jauh di Piala Dunia 2026. Dengan cedera Schlotterbeck, mereka harus beradaptasi dan menemukan kekuatan baru untuk melanjutkan perjalanan mereka di turnamen ini. Schlotterbeck sendiri akan tetap tinggal di Amerika Serikat bersama tim untuk sementara waktu, meskipun tidak bisa bermain lagi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on the original news source, without altering the facts of the original article.