Waspada DBD, Fogging Fokus di Wilayah Kubu Raya
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) dengan menggelar fogging fokus di wilayah rawan. Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dinkes) Kubu Raya, hingga Minggu ke-25 (JanuariâJuni 2026), tercatat sebanyak 81 kasus DBD. Dari jumlah tersebut, rinciannya pada Januari terdapat 18 kasus, Februari 5 kasus, Maret 15 kasus, April 13 kasus, Mei 23 kasus, dan Juni hingga Minggu ke-25 sebanyak 7 kasus.
Apa yang Terjadi?
Kepala Dinkes Kubu Raya, Wan Iwansyah, mengatakan bahwa tren kasus DBD mulai menurun, namun pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi lonjakan kasus. Pihaknya meminta kepada seluruh jajaran untuk meningkatkan surveilans kasus maupun surveilans faktor risiko melalui kegiatan Pemantauan Jentik Berkala (PJB). Masyarakat juga diimbau lebih aktif melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) melalui gerakan 3M Plus (menguras tempat penampungan air, menutup rapat tempat penyimpanan air, serta memanfaatkan atau mendaur ulang barang bekas yang berpotensi menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk).
Mengapa dan Dampak
Meningkatnya kasus DBD di Kubu Raya menjadi perhatian serius pemerintah daerah. Menurut Wan Iwansyah, peningkatan kasus DBD berpotensi menjadi Kejadian Luar Biasa (KLB), terutama dengan dampak musim penghujan dan banjir. Oleh karena itu, pemerintah daerah mengaktifkan kembali Kelompok Kerja Operasional DBD (Pokjanal DBD) di tingkat RT, RW, desa, hingga kecamatan, memperkuat tata laksana penanganan pasien di rumah sakit, puskesmas, dan klinik, serta melakukan pemantauan kasus secara cepat. Dampak dari peningkatan kasus DBD ini akan dirasakan oleh masyarakat Kubu Raya jika tidak diatasi dengan serius. Oleh karena itu, pemerintah daerah meminta masyarakat untuk lebih waspada dan aktif melakukan pencegahan DBD. Dengan fogging fokus di wilayah rawan, pemerintah daerah berharap dapat menekan angka kasus DBD dan mencegah potensi lonjakan kasus.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah Kabupaten Kubu Raya masih memiliki jalan panjang untuk menekan angka kasus DBD. Dengan meningkatkan kewaspadaan dan melakukan pencegahan secara masif, pemerintah daerah berharap dapat mengendalikan kasus DBD dan melindungi masyarakat Kubu Raya dari ancaman penyakit ini. Masyarakat juga diharapkan untuk terus waspada dan aktif melakukan pencegahan DBD, sehingga dapat tercipta lingkungan yang sehat dan aman dari DBD.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://pontianak.tribunnews.com/kalbar/1177219/nyamuk-pembawa-maut-dbd-mengancam-ini-wilayah-di-kubu-raya-yang-bakal-diguyur-fogging-fokus, without altering the facts of the original article.