Evaluasi Latsarmil oleh Kemhan: Kurangi Kegiatan Fisik, Fokus pada Aspek Lain
Kementerian Pertahanan (Kemhan) melakukan evaluasi terhadap pelatihan dasar militer (latsarmil) untuk calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih. Evaluasi ini dilakukan setelah lima peserta meninggal selama pelaksanaan latsarmil. Kemhan memutuskan untuk mengurangi intensitas kegiatan fisik dan fokus pada aspek lain.
Kegiatan fisik yang sebelumnya menjadi bagian penting dari latsarmil kini dikurangi. Kepala Biro Informasi Pertahanan Kemhan, Brigadir Jenderal Rico Ricardo Sirait, mengatakan bahwa penyesuaian dilakukan dengan mengurangi kegiatan fisik dan taktis yang bernuansa militer. “Di sisa waktu pelaksanaan latihan dasar militer hanya dibatasi pada pembiasaan disiplin dan kebugaran dasar,” kata Rico.
Apa yang Terjadi
Lima peserta latsarmil meninggal selama kurun waktu sepuluh hari pelaksanaan. Mereka adalah Nola Dya Sari, Novia Rahmadhani Sihotang, Anisa Muyassaroh, Yonanda Muhammad Taufiq, dan Muhammad Rifki Renaldi Gunawan. Nola Dya Sari meninggal pada 26 Juni 2026 setelah mengeluhkan sesak napas dan demam. Muhammad Rifki Renaldi Gunawan juga meninggal pada hari yang sama setelah mengalami keluhan serupa. Novia Rahmadhani Sihotang meninggal pada 23 Juni 2026 akibat tuberkulosis (TBC) aktif. Anisa Muyassaroh meninggal pada 18 Juni 2026 akibat heat stroke saat mengikuti latihan. Yonanda Muhammad Taufiq meninggal pada hari pertama pelatihan, 17 Juni 2026, akibat cardiac arrest atau henti jantung.
Mengapa dan Dampak
Kemhan melakukan evaluasi latsarmil karena meningkatnya angka kematian peserta. Dengan mengurangi kegiatan fisik, Kemhan berharap dapat meminimalisir risiko kematian peserta. “Prinsipnya esensi pembentukan disiplin dan karakter tetap berjalan, tapi pelaksanaannya dibuat lebih adaptif terhadap peserta berlatar belakang sipil,” kata Rico. Keputusan ini juga diharapkan dapat membantu meningkatkan keselamatan peserta.
Apa Artinya Ini bagi Calon Manajer Koperasi?
Pengurangan kegiatan fisik dalam latsarmil ini diharapkan dapat membantu calon manajer Koperasi Desa Merah Putih dan calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih untuk lebih fokus pada aspek lain seperti wawasan kebangsaan dan pembiasaan disiplin. “Pemerintah berharap, melalui materi wawasan kebangsaan yang diwajibkan dalam program ini, para calon manajer memiliki semangat pengabdian dan dedikasi tinggi di garda terdepan guna menyejahterakan masyarakat, bukan sekadar berorientasi pada bisnis,” kata Kemhan.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kemhan masih memiliki pekerjaan rumah untuk meningkatkan keselamatan peserta latsarmil. Dengan evaluasi yang dilakukan, diharapkan dapat meningkatkan kualitas pelaksanaan latsarmil di masa depan. “Sudah dibuat terukur. Penekanannya lebih pada pembinaan edukatif,” kata Rico. Pelaksanaan latsarmil yang lebih adaptif dan edukatif diharapkan dapat membantu meningkatkan keselamatan dan kualitas peserta.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://nasional.tempo.co/read/2110917/evaluasi-latsarmil-kemhan-pengurangan-kegiatan-fisik, without altering the facts of the original article.