China melakukan perombakan besar-besaran di sektor pendidikan tinggi dengan menghapus sekitar 12.200 program studi S1 dan membuka 10.200 jurusan baru yang berbasis teknologi. Langkah ini diambil di tengah ambisi China untuk memimpin industri masa depan secara global dan mengatasi krisis lapangan kerja bagi lulusan baru. Penghapusan ini sebagian besar menyasar jurusan seni, humaniora, bahasa asing, dan manajemen yang dinilai sudah usang.
Fokus pada Teknologi dan AI
Menurut data Kementerian Pendidikan China, penyesuaian program studi ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusia di bidang teknologi dan AI. Bidang-bidang yang dihapus memiliki angka pengangguran yang tinggi, yaitu lebih dari 16 persen. Sebaliknya, banyak jurusan baru yang dibuka berkaitan dengan arah pertumbuhan ekonomi yang dicanangkan pemerintah China, seperti embodied intelligence atau sistem AI yang terintegrasi dengan fisik/robot.
Momen Penentu di Menit Akhir
Beberapa universitas di China dituntut bergerak cepat beradaptasi dengan perubahan ekonomi negara. University of Shanghai for Science and Technology, misalnya, menyetop penerimaan mahasiswa baru untuk jurusan Desain Produk tahun ini. Seorang alumni dari jurusan itu menyebutkan bahwa pesatnya perkembangan AI memukul telak bidang desain produk. Banyak pekerjaan inti, seperti modelling dan rendering, sekarang sudah bisa dikerjakan oleh AI.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Paklar menilai bahwa sekadar bongkar pasang jurusan di perguruan tinggi ini hanya solusi jangka pendek. Perlu ada perubahan yang lebih mendalam pada sistem pendidikan tinggi agar dapat mengejar laju perkembangan teknologi yang semakin cepat. Chu Zhahoui, peneliti senior di National Institute of Education Sciences, menyarankan universitas menerapkan sistem yang lebih fleksibel, memberikan kebebasan kepada mahasiswa untuk memilih mata kuliah mereka sendiri.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Melihat pasar kerja yang semakin tidak menentu, banyak masyarakat di China kini mulai memandang gelar sarjana hanya sebagai batu loncatan, bukan lagi jaminan akhir. China masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya dan memimpin industri masa depan secara global. Dengan perubahan yang tepat, China dapat meningkatkan kemampuan sumber daya manusianya dan mencapai tujuannya.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/teknologi/20260629101030-185-1374539/gara-gara-ai-china-hapus-12-ribu-jurusan-kuliah-ketinggalan-zaman, without altering the facts of the original article.