Sejarah adu penalti dalam sepak bola dimulai pada 5 Agustus 1970, ketika Manchester United yang bertabur pemain bintang bermain imbang 1-1 melawan Hull City dari divisi kedua dalam pertandingan semifinal Piala Watney. Pertandingan ini menjadi momen bersejarah karena merupakan adu penalti resmi pertama di dunia. Lima pemain dari masing-masing tim melakukan tendangan dari jarak 11 meter, menghadapi penjaga gawang dari tim lawan.
Momen Penentu di Menit Akhir
Sebelum adu penalti, pertandingan turnamen atau sistem gugur yang berakhir imbang diselesaikan melalui pertandingan ulang, pengundian, atau lempar koin. Pada Piala Eropa 1968, Italia melaju ke final setelah memenangkan undian lempar koin menyusul hasil imbang 0-0 melawan Uni Soviet. Final antara Italia melawan Yugoslavia kemudian berakhir 1-1. Italia akhirnya menang 2-0 dua hari kemudian ketika kedua tim bertemu kembali untuk pertandingan ulang.
Namun, metode-metode tersebut seringkali dianggap tidak adil dan tidak memuaskan. Ketika kapten Israel menarik secarik kertas bertuliskan ‘tidak’ dari sebuah topi sombrero, Israel langsung dinyatakan kalah dalam perempat final Olimpiade 1968 melawan Bulgaria setelah hasil imbang 1-1. Beberapa pihak dalam asosiasi sepak bola Israel marah dan mengusulkan adanya cara yang lebih baik untuk menentukan pemenang.
Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda
Yosef Dagan dan Michael Almog, pejabat Asosiasi Sepak Bola Israel, mengembangkan gagasan adu penalti sebagai alternatif dari metode-metode sebelumnya. Mereka lalu mengajukan proposal resmi kepada FIFA pada 1969. Proposal itu dipublikasikan dalam majalah resmi badan tersebut. Dalam suratnya, Almog mengusulkan “untuk menghentikan cara menentukan pemenang melalui undian, sebuah sistem yang tidak bermoral dan bahkan kejam bagi tim yang kalah serta tidak terhormat bagi pemenangnya”.
Usulan tersebut diperdebatkan sebelum akhirnya diterapkan oleh badan pembuat aturan sepak bola, International Football Association Board (Ifab), dalam rapat umum tahunan di Inverness pada 27 Juni 1970. Ketika BBC Sport meminta FIFA untuk mengonfirmasi apakah adu penalti Piala Watney adalah yang pertama secara resmi, badan sepak bola dunia itu menjawab bahwa mereka tidak memiliki “catatan yang mengonfirmasi atau menyangkal klaim tersebut”.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Adu penalti telah menjadi bagian penting dalam sepak bola modern. Metode ini dianggap lebih adil dan memuaskan daripada metode-metode sebelumnya. Dengan adanya adu penalti, tim-tim dapat menentukan pemenang dengan cara yang lebih sportif dan kompetitif. Martyn Kelly, seorang penggemar Hull City, masih ingat momen adu penalti pertama di dunia itu. “Saya tidak percaya, Hull City kesayangan saya menghadapi Georgie Best, Bobby Charlton, dan Denis Law. Itu seperti memiliki Messi, Ronaldo, dan Mbappe dalam satu tim,” kenangnya.
Kini, adu penalti telah menjadi bagian tak terpisahkan dalam sepak bola. Setiap kali pertandingan berakhir imbang setelah perpanjangan waktu, adu penalti menjadi pilihan untuk menentukan pemenang. Sejarah adu penalti dimulai pada 1970 dan telah berkembang menjadi bagian penting dalam sepak bola modern.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Dalam beberapa dekade terakhir, sepak bola telah berkembang pesat. Teknologi telah membantu meningkatkan kualitas pertandingan, dan aturan-aturan baru telah diterapkan untuk meningkatkan keamanan dan keadilan. Namun, adu penalti masih menjadi bagian penting dalam sepak bola. Oleh karena itu, kita harus terus meningkatkan kualitas dan keadilan dalam sepak bola, termasuk dalam pelaksanaan adu penalti.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cz6ve8plq18o?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.