22 Agustus 2026
featured_image

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia
Perdana Menteri Belanda meminta maaf atas penderitaan tentara KNIL Maluku dan keluarga mereka. Namun, permintaan maaf tanpa tindakan nyata hanya akan menjadi kata-kata kosong. Apakah pemerintah Belanda serius membantu keturunan KNIL Maluku di Belanda?

Perdana Menteri Belanda, Rob Jetten, menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakuan buruk yang dialami 12.500 tentara Kerajaan Hindia Belanda (KNIL) asal Maluku dan keluarga mereka, yang dipindahkan ke Belanda pada 1951. Namun, permintaan maaf itu disebut menjadi tak bermakna jika tak diikuti rencana dan langkah konkret untuk memulihkan kehidupan keturunan tentara Koninklijk Nederlands Indisch Leger (KNIL) Maluku di Belanda.

Momen Penentu di Menit Akhir

Minggu, 21 Juni 2026, banyak orang Maluku berkumpul menghadiri peresmian Monumen Ulu Kora yang berbentuk haluan kapal tradisional, di Rotterdam, Belanda. Monumen itu dibuat untuk mengenang orang-orang Maluku pertama yang tiba di Belanda 75 tahun silam. Dalam acara itu hadir Perdana Menteri Belanda Rob Jetten dan dia menyampaikan permintaan maaf resmi atas perlakukan buruk yang dialami tentara KNIL Maluku dan keturunan mereka.

🔖 Baca juga:
Gempa Jepang Menghancurkan Mal AEON, 3 Orang Tewas dalam Bencana

“Atas pemecatan mereka yang tidak berperasaan dan tidak terhormat sebagai tentara [KNIL] , atas penerimaan dan tempat tinggal mereka yang tidak layak, atas ketidakpedulian dan pengabaian terhadap mereka, atas kerinduan akan kampung halaman yang tak terpenuhi, atas kesedihan dan penderitaan di banyak keluarga Maluku.” “Untuk semua ini, saya menyampaikan permintaan maaf hari ini atas nama pemerintah Belanda,” kata Jetten.

Apa yang Terjadi pada Keluarga KNIL Maluku?

Pada 1951, pemerintah Belanda memindahkan 12.500 tentara KNIL Maluku dan keluarga mereka ke Belanda. Mereka dijanjikan kehidupan yang lebih baik, namun kenyataannya mereka mengalami perlakuan buruk, trauma, dan diskriminasi. Mereka hidup di kamp-kamp yang tidak layak, dengan fasilitas yang sangat terbatas.

Minggus Pattiradjawane, generasi kedua keturunan mantan tentara KNIL Maluku di Belanda, menyambut baik permintaan maaf itu. Namun, ucapan itu harus diikuti dengan aksi nyata. “Tidak cukup kata maaf untuk penderitaan yang dialami generasi pertama. Hak mereka seperti gaji dan pensiun saat dipecat sepihak dari KNIL harus dipenuhi. Lalu dilakukan reparasi melalui restitusi, kompensasi, maupun rehabilitasi bagi mereka dan keturunannya yang menderita di Belanda,” kata Minggus.

🔖 Baca juga:
Paskibraka IKN Siap Bertugas pada Upacara HUT ke-81 RI, 75 Anggota Dipilih untuk Tugas Ini

Mengapa dan Dampak

Menurut sejarawan dari Vrije Universiteit Amsterdam Wim Manuhutu, langkah konkret yang dapat dilakukan pemerintah Belanda adalah menguatkan edukasi yang mendalam dalam sistem pendidikan Belanda tentang sejarah orang Maluku—yang tidak hanya dimulai dari tahun 1951 namun jauh hingga abad ke-17, ketika perdagangan rempah-rempah membawa bangsa Belanda ke Kepulauan Maluku. Selain itu, kata Wim, adalah perawatan lansia Maluku dan jaminan permukiman bagi warga Maluku di Belanda.

Permintaan maaf dari pemerintah Belanda diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk memulihkan kehidupan keturunan tentara KNIL Maluku di Belanda. Namun, masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan untuk memastikan bahwa keadilan dan pengakuan hak-hak mereka dapat terpenuhi.

Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh

Yopi Abraham, generasi ketiga keturunan mantan tentara KNIL Maluku, menegaskan bahwa permintaan maaf tak lantas membuat trauma masa lalu selesai. “Warga Maluku harus dilibatkan dalam meja perundingan untuk menyamakan perspektif tentang sejarah masa lalu dan merumuskan langkah serta kebijakan tentang kami. Karena jika tidak, maka sejarah akan terulang kembali. Ini akan menjadi jalan satu arah,” ujar Yopi.

🔖 Baca juga:
Ipda Tribrata Putra Ferdy Sambo Resmi Menyandang Pangkat Baru, Terima Pesan Haru dari Ayahnya

Dengan demikian, permintaan maaf pemerintah Belanda dapat menjadi titik awal untuk memulai proses rekonsiliasi dan perbaikan kehidupan keturunan tentara KNIL Maluku di Belanda. Namun, masih banyak tantangan yang harus dihadapi untuk memastikan bahwa keadilan dan pengakuan hak-hak mereka dapat terpenuhi.

Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.bbc.com/indonesia/articles/cpq349rd9nro?at_medium=RSS&at_campaign=rss, without altering the facts of the original article.

Peluang Emas: 2.126 Lowongan Kerja Online dan Pendidikan Vokasi Siap Kerja di Banten!

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren Media Sosial yang Akan Populer di Tahun 2026

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tren SEO Terbaru Tahun 2026 yang Wajib Diketahui

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Roadmap Belajar Digital Marketing dari Pemula hingga Mahir

Kompetitif
Full Time Entry
Perusahaan Terpercaya ✅ 📍 Indonesia

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *