Mengenal Knee Crepitus
Mengutip jurnal dari National Library of Medicine, salah satu penyebab paling umum dari kondisi ini adalah cavitation. Lutut manusia dilengkapi dengan cairan sinovial yang berfungsi sebagai pelumas sendi. Saat lutut ditekuk atau diluruskan, tekanan di dalam sendi akan berubah. Perubahan tekanan inilah yang membuat gelembung-gelembung gas kecil di dalam cairan tersebut pecah dan menghasilkan bunyi. Fenomena ini mirip dengan bunyi yang terdengar saat seseorang sengaja ‘meretakkan’ jari-jari tangan.
Faktor yang Mempengaruhi Knee Crepitus
Selain karena faktor gelembung gas, bunyi tersebut juga bisa berasal dari tendon atau ligamen yang bergeser saat lutut bergerak. Tendon merupakan jaringan yang menghubungkan otot dengan tulang, sedangkan ligamen berfungsi menghubungkan antar-tulang sekaligus menjaga kestabilan sendi. Ketika tendon atau ligamen bergeser melewati tonjolan tulang, gesekan kecil yang terjadi dapat menghasilkan bunyi. Kondisi ini cukup sering dialami oleh orang yang aktif berolahraga, pelari, atau mereka yang memiliki otot dan tendon yang kaku.
Dampak dan Arti Knee Crepitus
Meski sering kali normal, bunyi pada lutut juga bisa menjadi indikasi adanya perubahan pada struktur sendi. Jika permukaan tulang rawan mulai mengasar atau mengalami penurunan kualitas, gerakan sendi tidak akan berjalan mulus lagi. Akibatnya, lutut akan menghasilkan bunyi seperti gesekan kasar atau gemeretak saat digerakkan. Kondisi ini biasanya ditemukan pada penderita osteoarthritis (pengapuran sendi), lansia, atau akibat penggunaan sendi secara berlebihan (overuse). Osteoarthritis sendiri merupakan kondisi ketika bantalan tulang rawan pada sendi perlahan menipis dan rusak.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Sebuah penelitian yang dimuat dalam British Journal of Sports Medicine sempat menganalisis 103 studi dengan melibatkan lebih dari 36 ribu partisipan. Hasilnya, sekitar 41 persen populasi memang mengalami knee crepitus. Menariknya, penelitian tersebut juga menemukan bahwa sekitar 36 persen orang yang tidak memiliki riwayat cedera lutut tetap mengalami lutut berbunyi. Ini membuktikan bahwa bunyi pada lutut tidak otomatis menandakan adanya suatu penyakit.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Lantas, kapan Anda harus memeriksakannya ke dokter? Pemeriksaan medis lebih lanjut sangat disarankan jika bunyi lutut mulai disertai dengan gejala-gejala berikut: pembengkakan dan kemerahan di area lutut, lutut terasa ‘terkunci’ atau sulit ditekuk, lutut terasa tidak stabil atau lemas saat digunakan untuk berjalan. Untuk menjaga kesehatan lutut jangka panjang, Anda bisa menerapkan beberapa langkah sederhana. Mulai dari menjaga berat badan ideal guna mengurangi beban sendi, rutin melakukan peregangan, selalu melakukan pemanasan sebelum berolahraga, hingga melatih penguatan otot paha (quadriceps). Jadi, jika lutut Anda sesekali berbunyi ‘krek’ tanpa rasa sakit atau mengganggu aktivitas harian, Anda tidak perlu langsung panik. Bisa jadi, itu hanya cara alami sendi tubuh Anda bekerja.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20260529120516-284-1363349/lutut-sering-bunyi-krek-kenali-penyebab-dan-tanda-bahayanya, without altering the facts of the original article.