Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem kini telah menghimpun sekitar 6.000 kepala keluarga yang tergabung dalam 55 dadia di seluruh Kabupaten Karangasem. Organisasi yang berdiri sejak 1996 tersebut telah berkembang pesat dan siap mengawal kegiatan keagamaan dan adat di wilayah tersebut. Ketua Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem, Ketut Udiana, memaparkan sejumlah agenda yang akan dijalankan organisasi, termasuk Nyapuleger Massal dan pembentukan Pecalang Pasemetonan.
Perkembangan Organisasi yang Pesat
Ketua Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas Karangasem, Ketut Udiana, mengatakan organisasi yang berdiri sejak 1996 tersebut kini telah menghimpun sekitar 6.000 kepala keluarga yang tergabung dalam 55 dadia di seluruh Kabupaten Karangasem. Menurutnya, perkembangan tersebut merupakan hasil perjuangan para panglingsir dan tokoh pendahulu yang membangun pasemetonan sejak pertama kali dibentuk di Banjar Kebon, Kecamatan Abang.
Dalam peringatan HUT ke-30 yang mengusung tema “Bhakti Satya Wirang untuk Karangasem Agung” pada Kamis (2/7/2026), Udiana memaparkan sejumlah agenda yang akan dijalankan organisasi. Di antaranya pelaksanaan Nyapuleger Massal yang dipusatkan di Kecamatan Abang, pembentukan Pecalang Pasemetonan yang diawali di Kecamatan Manggis dan Bebandem, hingga pembentukan kepengurusan baru di Kecamatan Kubu.
Tujuan dan Harapan Organisasi
Ketua Umum Pusat Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas, I Ketut Suadnyana, menilai perjalanan organisasi selama tiga dekade menjadi fondasi penting bagi penguatan pasemetonan pada masa mendatang. Ia mengungkapkan embrio organisasi sebenarnya telah dimulai melalui pertemuan para tokoh di Kecamatan Manggis pada 1995. Setahun kemudian, pasemetonan resmi berdiri dan terus berkembang hingga memiliki kepengurusan di berbagai kecamatan di Karangasem.
“Kalau dibandingkan dengan sejarah Ida Bhatara Kawitan yang sudah berlangsung sejak sekitar tahun 1300-an, usia organisasi ini memang masih muda. Namun, 30 tahun menjadi pijakan penting untuk memperkuat persatuan pasemetonan ke depan,” ujarnya.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Pemerintah Kabupaten Karangasem turut mengapresiasi eksistensi organisasi tersebut. Mewakili Bupati Karangasem, Kepala Dinas Pertanian Karangasem I Made Sugiarta mengatakan keberlangsungan organisasi selama satu generasi menunjukkan kuatnya komitmen para pengurus dalam menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai persaudaraan.
Ia berharap Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas terus berkolaborasi dengan pemerintah serta menjadi teladan dalam menjaga keharmonisan masyarakat sekaligus mendukung terwujudnya visi Karangasem Agung.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Kedepannya, Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas diharapkan dapat terus menjaga kebersamaan serta melestarikan nilai-nilai warisan leluhur. Dengan perkembangan yang pesat dan agenda yang telah disiapkan, organisasi ini siap mengawal kegiatan keagamaan dan adat di wilayah tersebut.
Dengan komitmen yang kuat dan kerjasama yang baik, Pratisentana Sira Arya Gajah Para Bretara Sira Arya Getas dapat menjadi contoh bagi organisasi lain dalam menjaga adat, budaya, dan nilai-nilai persaudaraan di Kabupaten Karangasem.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/karangasem/600666/pratisentana-sira-arya-getas-kini-himpun-6000-kk-siapkan-pecalang-hingga-nyapuleger-massal, without altering the facts of the original article.