Kabupaten Klungkung, Bali, tengah mempersiapkan diri untuk mengikuti ajang Innovative Government Award (IGA) 2026 yang diselenggarakan oleh Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri. Dalam upaya meningkatkan kualitas pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Klungkung melalui Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) menggelar monitoring dan evaluasi (monev) terhadap inovasi di seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Langkah ini dilakukan agar inovasi yang dihasilkan tidak hanya memenuhi persyaratan kompetisi, tetapi juga mampu memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Proses Evaluasi dan Monitoring
Monitoring dan evaluasi dilakukan oleh Tim Desk Riset dan Inovasi Berdampak dan Berkelanjutan (RIDER) BRIDA Klungkung. Tim ini mendatangi setiap OPD untuk mengevaluasi tingkat kematangan inovasi sekaligus mengidentifikasi kekurangan data yang masih perlu dilengkapi sebelum proses penilaian berlangsung. Kepala BRIDA Klungkung, Ketut Budiarta, mengatakan bahwa evaluasi dilakukan untuk memastikan setiap inovasi yang telah dijalankan perangkat daerah memiliki kualitas yang baik, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata kepada masyarakat.
Inovasi daerah merupakan bentuk pembaruan dalam penyelenggaraan pemerintahan yang diamanatkan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Oleh karena itu, setiap inovasi perlu dievaluasi secara berkala agar pelaksanaannya berjalan optimal. Dalam proses penilaian, BRIDA juga memeriksa kelengkapan sejumlah indikator yang menjadi syarat pada aplikasi Indeks Inovasi Daerah. Di antaranya keberadaan surat keputusan tim pelaksana, dukungan anggaran, jumlah penerima manfaat, hingga dokumentasi pelaksanaan inovasi dalam bentuk video.
Mengapa Evaluasi Ini Penting?
Evaluasi ini penting karena inovasi yang dikembangkan pemerintah daerah harus benar-benar memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan melakukan pendampingan sekaligus evaluasi, BRIDA dapat meningkatkan tingkat kematangan setiap inovasi dan memastikan bahwa inovasi tersebut berkelanjutan dan berdampak nyata. Hal ini sejalan dengan tujuan IGA 2026, yaitu untuk mendorong pemerintah daerah meningkatkan kualitas pelayanan publik melalui inovasi.
Apa Artinya Ini ke Depan?
Kegiatan monitoring dan evaluasi ini diharapkan dapat meningkatkan kualitas inovasi di Kabupaten Klungkung dan memberikan dampak positif bagi masyarakat. Dengan demikian, Kabupaten Klungkung dapat menjadi contoh bagi daerah lain dalam mengembangkan inovasi yang berdampak nyata. Selain itu, keberhasilan Kabupaten Klungkung dalam ajang IGA 2026 juga dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pemerintah daerah dan meningkatkan kualitas pelayanan publik.
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Pemerintah Kabupaten Klungkung masih memiliki jalan panjang untuk meningkatkan kualitas inovasi dan pelayanan publik. Namun, dengan komitmen dan kerja sama antara OPD dan BRIDA, diharapkan Kabupaten Klungkung dapat mencapai tujuan tersebut. Seluruh dokumen pendukung inovasi harus sudah diunggah paling lambat 7 Agustus 2026 sebagai bagian dari persyaratan administrasi penilaian IGA. Dengan demikian, Kabupaten Klungkung siap untuk mengikuti ajang IGA 2026 dan meningkatkan kualitas pelayanan publik bagi masyarakat.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://bali.tribunnews.com/klungkung/600872/klungkung-bali-matangkan-inovasi-opd-jelang-iga-2026-harus-berdampak-bagi-masyarakat, without altering the facts of the original article.