Transportasi Umum vs Ojek Online di Era Otonom: Siapa yang Bakal Menang Taruhan?
KompetitifPeternak di Solo Raya menggelar aksi protes terhadap harga telur ayam dan ayam potong yang merosot. Mereka melakukan aksi mandi telur dan membagikan telur serta ayam gratis kepada warga. Aksi ini ditujukan untuk Menteri Pertanian RI, Andi Amran Sulaiman, agar menstabilkan harga telur dan ayam.
Aksi Protes Peternak
Aksi protes tersebut digelar untuk menyampaikan protes terkait anjloknya harga telur ayam yang menyentuh angka Rp 17.000-Rp 18.000 per kilogram (kg) dan ayam potong atau broiler hidup Rp 13.000 per kg. Salah seorang peternak asal Kabupaten Karanganyar, Ardi, melakukan aksi mandi telur sebanyak 5 kg sebagai bentuk protes.
Aksi juga diwarnai dengan bagi-bagi tiga peti telur gratis sebanyak 45-50 kg, serta 30 ekor ayam petelur dan 50 ekor ayam broiler kepada warga dan pengguna jalan yang melintas. Para peternak mengenakan kostum Spider-Man dan Ultra-Men saat melakukan aksi.
Mengapa Harga Telur dan Ayam Merosot?
Menurut Ardi, aksi tersebut ditujukan untuk Menteri Pertanian (Mentan) RI, Andi Amran Sulaiman, agar menstabilkan harga telur dan ayam. “Harga telurnya jatuh murah, ini protes karena terlalu murah, peternak rugi, harganya di bawah HPP harganya terlalu murah. Harapannya supaya harga telur naik, stabil sesuai HPP,” ujar Ardi.
Koordinator aksi, Prajuni, mengatakan bahwa aksi mandi telur dilakukan sebagai bentuk protes rendahnya daya jual telur di pasaran yang membuat stok menumpuk di kalangan peternak. “Ya ini gini, ini kebetulan telur ini kan enggak laku ya, mungkin yang kami pakai nanti telur yang sudah lama. Ya daripada dibuang sama saja, terus kami pakai mandi saja,” kata Prajuni.
Dampak bagi Peternak
Kondisi harga telur dan ayam yang anjlok selama dua bulan terakhir membuat para peternak terus merugi ratusan juta hingga miliaran rupiah. “Harapan saya suara ini sampai ke pemerintah karena ya memang ini kebijakan pemerintah yang belum tegas diterapkan,” ujar Prajuni.
Pihaknya meminta, aturan-aturan yang lahir dari Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) dijalankan dengan tegas di periode ke depan sehingga kondisi harga telur dan ayam anjlok tidak terjadi lagi. Menurutnya, pemerintah harus memperhatikan keseimbangan supply-demand dengan memperhatikan kebutuhan berdasar pada data Badan Pusat Statistik (BPS).
Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh
Prajuni juga meminta, pemerintah mengevaluasi para investor yang tidak memiliki latar belakang perunggasan. “Karena kalau semua boleh pelihara, ini juga risikonya tinggi. Ya, karena apa? Pasti akan oversupply kembali, dan ini harus diantisipasi pemerintah,” jelasnya.
Dengan demikian, peternak berharap pemerintah dapat menstabilkan harga telur dan ayam serta memperhatikan kebutuhan dan keseimbangan supply-demand. Dengan begitu, peternak dapat menjalankan usaha mereka dengan lebih stabil dan tidak merugi.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://jateng.tribunnews.com/jawa-tengah/1258935/protes-harga-merosot-peternak-solo-raya-gelar-aksi-mandi-telur, without altering the facts of the original article.