Berita Hari Ini โ 03 Mei 2026 | Marc Marquez kembali menegaskan keraguan dirinya untuk merebut gelar juara dunia setelah insiden jatuh di lintasan Jerez, Spanyol, pada Minggu (27/4). Pembalap Ducati Lenovo yang kini berusia 33 tahun harus menunda ambisi podiumnya ketika motor meluncur tak terkendali di tikungan ke-11, hanya setelah dua lap pertama balapan. Kejadian ini menambah catatan kurang memuaskan Marquez di MotoGP musim ini, mengingat empat seri yang telah dilalui belum menghasilkan satu kali podium.
Dalam balapan tersebut, Marquez masih berada di barisan depan ketika kecelakaan terjadi. Namun, ia mengakui bahwa performa motor Ducati belum kembali ke level alami yang dirasakannya pada musim sebelumnya. “Tahun lalu saya dapat mengendalikan motor dengan lebih natural, kini saya masih mencari titik keseimbangan,” ujar Marquez dalam konferensi pers pasca lomba.
Posisi Klasemen dan Tantangan Musim Ini
Hingga kini, Marc Marquez menempati posisi kelima dalam klasemen sementara, jauh di belakang pemimpin yang telah mengumpulkan poin konsisten. Prestasi terbaiknya hanya peringkat keempat di Sirkuit Goiania, Brasil. Ia menilai bahwa setiap akhir pekan balapan menambah tekanan karena poin yang hilang semakin memperlemah peluang juara.
- Posisi klasemen: 5
- Poin terkumpul: 87 (perkiraan)
- Podium musim ini: 0
Marquez menyoroti bahwa 90 persen kecelakaan di MotoGP biasanya disebabkan oleh kesalahan pembalap. “Saya pasti melakukan sesuatu yang salah di Jerez, meskipun saya mengerem lebih awal,” ujarnya, menegaskan rasa tanggung jawab pribadi atas insiden tersebut.
Kondisi Motor Ducati dan Adaptasi
Meski kecewa, Marquez mengakui Ducati masih menunjukkan kecepatan yang kompetitif. Ia menambahkan bahwa tim sedang melakukan penyesuaian pada setelan suspensi dan pengaturan mesin agar lebih selaras dengan gaya berkendara rider. “Kami masih mencari keseimbangan antara handling dan output tenaga,” kata kepala teknisi Ducati.
Selain itu, Marquez mengungkapkan bahwa ia belum merasa nyaman sepenuhnya dengan motor baru dibandingkan dengan motor yang ia kendarai pada musim 2023. Perbedaan dalam karakteristik power delivery dan respons kemudi menjadi faktor utama yang membuatnya harus menahan diri dalam mengambil risiko.
Harapan dan Strategi Kedepan
Meski menolak membicarakan gelar juara secara terbuka, Marquez tetap optimis bahwa Ducati dapat memperbaiki performa dalam beberapa pekan mendatang. “Setiap hari Minggu kami menderita, tapi kami belajar dari kesalahan,” tambahnya. Ia menekankan pentingnya konsistensi poin di setiap seri untuk tetap berada dalam perburuan gelar.
Tim Ducati pun berjanji akan mempercepat pengembangan motor, terutama pada bagian elektronik dan aerodinamika, agar Marquez dapat kembali bersaing di barisan depan. Pendekatan data-driven dan simulasi virtual menjadi fokus utama dalam upaya menutup kesenjangan dengan pesaing utama, termasuk Alex Marquez yang kembali meraih kemenangan di Jerez.
Dengan jadwal balapan yang padat, Marquez dan timnya akan menargetkan perbaikan performa di seri berikutnya, yakni di Sachsenring, Jerman. Jika motor dapat menunjukkan stabilitas dan kecepatan yang dibutuhkan, peluang bagi Marc Marquez untuk kembali ke podium dan memperbaiki posisi klasemen tidak dapat diabaikan.