Amien Rais Peringatkan Menurunnya Kelas Menengah: Ancaman Besar bagi Ekonomi Indonesia
Berita Hari Ini – 03 Mei 2026 | Jakarta – Mantan Ketua MPR RI Amien Rais menegaskan keprihatinannya atas menurunnya kelas menengah di Indonesia, menilai fenomena ini mengancam stabilitas ekonomi dan sosial negara.
Data menurunnya kelas menengah
Menurut Badan Pusat Statistik (BPS) dan laporan Bank Dunia, proporsi rumah tangga berpendapatan menengah menurun dari 31,5 % pada 2015 menjadi sekitar 26,8 % pada 2023. Penurunan ini terutama terasa di wilayah perkotaan besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, di mana inflasi harga pangan dan energi menekan daya beli.
Penyebab utama
- Kenaikan biaya hidup – Harga pangan pokok dan BBM meningkat tajam dalam lima tahun terakhir, menggerus margin konsumsi rumah tangga.
- Stagnasi upah – Meskipun pertumbuhan PDB tetap positif, kenaikan upah riil tidak sebanding dengan inflasi, sehingga banyak pekerja tetap berada di ambang garis kemiskinan.
- Ketimpangan distribusi – Investasi yang terkonsentrasi pada sektor teknologi dan keuangan menciptakan kesenjangan antara pekerja berpendidikan tinggi dan tenaga kerja informal.
Implikasi sosial‑ekonomi
Menurunnya kelas menengah berdampak pada berkurangnya daya beli konsumen, yang pada gilirannya menurunkan permintaan barang dan jasa. Hal ini dapat memperlambat pertumbuhan sektor UMKM yang menjadi tulang punggung ekonomi nasional. Selain itu, ketidakstabilan pendapatan meningkatkan risiko kemiskinan multidimensi, termasuk akses terbatas ke pendidikan dan layanan kesehatan.
Amien Rais menawarkan solusi
Dalam beberapa pertemuan dengan tokoh politik dan akademisi, Amien Rais mengusulkan beberapa langkah strategis:
- Penyesuaian kebijakan upah minimum yang lebih responsif terhadap inflasi regional.
- Peningkatan program pelatihan vokasi yang terhubung langsung dengan kebutuhan industri.
- Pembangunan jaringan jaminan sosial yang mencakup asuransi kesehatan dan pensiun bagi pekerja informal.
- Pemerataan investasi infrastruktur di daerah tertinggal untuk membuka lapangan kerja baru.
Rais juga menekankan pentingnya reformasi perpajakan yang lebih adil, agar beban fiskal tidak menumpuk pada kelas menengah yang sudah tertekan.
Reaksi politik dan publik
Beberapa partai politik menyambut baik seruan Amien Rais, namun terdapat perbedaan pandangan terkait prioritas kebijakan. Sementara koalisi pemerintah menyoroti program Kartu Prakerja sebagai upaya meningkatkan keterampilan, oposisi mengkritik kurangnya fokus pada pengendalian harga barang kebutuhan pokok.
Di media sosial, wacana tentang menurunnya kelas menengah memicu diskusi luas. Banyak netizen menyoroti kebutuhan akan kebijakan yang lebih pro‑rakyat, terutama di tengah ketidakpastian ekonomi global.
Prospek ke depan
Jika tidak ada intervensi yang efektif, para analis memperkirakan proporsi kelas menengah dapat turun di bawah 25 % pada akhir dekade ini. Sebaliknya, langkah kebijakan yang terintegrasi dan berkelanjutan dapat menstabilkan atau bahkan meningkatkan kembali pangsa kelas menengah, memperkuat fondasi pertumbuhan ekonomi inklusif.
Amien Rais menutup pernyataannya dengan harapan bahwa semua pemangku kepentingan dapat bersatu demi mengembalikan kesejahteraan rakyat, sekaligus menjaga keadilan sosial sebagai pilar utama pembangunan Indonesia.