**Kematian Lima Mahasiswa KKN di Kalsel Mendorong DPRD untuk Evaluasi Jalur Bypass Banjarbaru-Batulicin** **Pembuka** Kematian lima mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) di Desa Batulicin Irigasi, Tanahbumbu, Kalsel, pada akhir pekan lalu menimbulkan rasa sedih dan kekecewaan di kalangan masyarakat. Kecelakaan lalu lintas yang melibatkan mahasiswa ULM, Unikom, dan sopir tangki, serta seorang aparat desa, menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan jalan dan keamanan penumpang. **Momen Penentu di Menit Akhir** Kronologi kejadian dimulai pada Sabtu, 1 Agustus 2026, ketika 16 mahasiswa ULM peserta KKN-LH yang bertugas di Desa Batulicin Irigasi bersama aparat desa setempat, menghadiri acara syukuran sunatan di Desa Bulurejo. Rombongan berangkat menggunakan lima unit mobil. Usai menghadiri acara syukuran, rombongan berencana singgah ke objek wisata Sungai Alut. Namun, di tengah perjalanan menuju lokasi wisata, kecelakaan lalu lintas terjadi pada rombongan tersebut. **Tiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** Kecelakaan lalu lintas yang menewaskan lima mahasiswa peserta KKN dan tiga orang lainnya mendapat perhatian khusus dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek). Jurubicara Universitas Lambung Mangkurat (ULM), Novaria Maulina, mengungkapkan bahwa jajaran Kemdiktisaintek meminta laporan lengkap insiden tersebut. Pihaknya pun berupaya terus mengupdate tindak lanjut pendampingan, yang disampaikan Rektor melalui pihak kementerian. “Laporan dari rektor dan juga menjadi bahan evaluasi untuk program KKN ULM ke depannya,” ujarnya. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Kecelakaan lalu lintas di jalur bypass Banjarbaru-Batulicin menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan jalan dan keamanan penumpang. DPRD Kalsel mendesak evaluasi jalur bypass tersebut. Anggota Komisi III DPRD Kalsel, Rosehan Noor Bahri, mengatakan bahwa perhatian terhadap kondisi jalur tersebut sebenarnya sudah pernah disampaikan dalam rapat bersama instansi terkait. “Yang pertama misalnya, kita dulu minta banyak rambu. Apakah bisa dilihat kenyataannya di lapangan, kita tidak tahu. Karena terakhir kita belum ada kunjungan ke sana,” katanya. Selain rambu, penerangan jalan juga menjadi salah satu hal yang pernah diminta untuk diperhatikan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Kepala Dishub Kalsel, Fitri Hernadi, mengakui bahwa diminta untuk mengecek kembali berbagai prasarana keselamatan di jalur tersebut untuk mengurangi potensi kecelakaan. “Dishub diminta untuk melakukan evaluasi terhadap faktor keselamatan di jalan alternatif tersebut, melengkapi prasarana keselamatan agar mengurangi dan meminimalisir potensi kecelakaan,” ujar Fitri. Prasarana yang akan menjadi perhatian meliputi rambu lalu lintas, guardrail, marka jalan hingga lampu penerangan jalan umum (PJU). Selain pembenahan fasilitas, Fitri juga mengimbau pengemudi yang belum terbiasa melintasi jalur tersebut agar meningkatkan kewaspadaan. Dalam rangka memberikan dukungan moral kepada keluarga korban, ULM resmi menarik 13 mahasiswa KKN-LH kelompok Desa Batulicin Irigasi pada Minggu (2/8) guna pemulihan trauma (trauma healing) di rumah masing-masing bersama keluarga. Adapun kelompok KKN-LH di lokasi lain tetap melanjutkan kegiatan hingga 10 Agustus 2026 dengan instruksi ketat terkait pembatasan mobilitas dan keselamatan. Dengan demikian, kita dapat melihat bahwa kecelakaan lalu lintas di jalur bypass Banjarbaru-Batulicin menimbulkan pertanyaan tentang keselamatan jalan dan keamanan penumpang. Oleh karena itu, evaluasi jalur bypass tersebut sangat penting untuk dilakukan agar dapat mengurangi potensi kecelakaan dan meningkatkan keselamatan penumpang.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://banjarmasin.tribunnews.com/kalsel/1370762/lima-mahasiswa-kkn-tewas-kecelakaan-dprd-kalsel-desak-evaluasi-jalur-bypass-banjarbaru-batulicin, without altering the facts of the original article.