**Krisis Air di Toraja Utara, Pelanggan PDAM Mengeluh Dua Hari Tanpa Air** **Pembuka** Kraksos air di Toraja Utara membuat ribuan pelanggan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Toraja Utara mengeluh. Debit air yang menurun membuat pasokan air bersih tidak stabil. **APA YANG TERJADI** Sejumlah pelanggan PDAM mengaku air tidak mengalir selama dua hari terakhir akibat menurunnya debit air. Jumlah pelanggan aktif PDAM Toraja Utara sekitar 13.417. Terganggunya pasokan air membuat aktivitas sehari-hari seperti memasak, mandi, mencuci pakaian, hingga kebutuhan sanitasi, terganggu. **Mengapa & Dampak** Menurut Direktur PDAM Toraja Utara, Moses Padsing Limbongan, berkurangnya pasokan air diduga dipengaruhi oleh musim kemarau. Debit air di sejumlah sumber mengalami penurunan. Sumber utama air bersih PDAM Toraja Utara berasal dari hulu sungai dan mata air pegunungan. Termasuk Salu Silaga (Buntu Pepasan), Sadan Balombong, Salasa Ulusalu, serta aliran Sungai Sa’dan dan mata air Limbong (Tikala) yang dikelola dengan sistem gravitasi dan pompanisasi. Dampak dari penurunan debit air adalah tekanan air ke pelanggan ikut melemah. Hampir semua unit pelayanan PDAM mengalami gangguan. Salah satu wilayah yang mengalami dampak cukup parah adalah di daerah layanan sepertu, sanggalangi, Labo, Bakti, Randan Batu hingga sebagian Tombang Kalua. **Apa Artinya Ini ke Depan?** Krisis air di Toraja Utara ini bukan hanya masalah kebutuhan air sehari-hari, tetapi juga menunjukkan kelemahan sistem pasokan air di daerah tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan PDAM harus segera melakukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur pasokan air untuk mengatasi masalah ini. **Momen Penentu di Menit Akhir** Pada tanggal 5 Agustus 2026, Nur, warga Tagari, Kecamatan Tallunglipu, mengeluh bahwa sudah dua hari air tidak mengalir. Ia mengatakan bahwa kebutuhan air sehari-hari cukup banyak dan membuatnya kesulitan. **Ketiga Fakta yang Bikin Kejadian Ini Berbeda** 1. Jumlah pelanggan aktif PDAM Toraja Utara sekitar 13.417. 2. Hampir semua unit pelayanan PDAM mengalami gangguan. 3. Sumber utama air bersih PDAM Toraja Utara berasal dari hulu sungai dan mata air pegunungan. **Jalan Panjang yang Masih Harus Ditempuh** Krisis air di Toraja Utara ini bukan hanya masalah kebutuhan air sehari-hari, tetapi juga menunjukkan kelemahan sistem pasokan air di daerah tersebut. Oleh karena itu, pemerintah dan PDAM harus segera melakukan perbaikan dan peningkatan infrastruktur pasokan air untuk mengatasi masalah ini.
Disclaimer: This article was automatically rewritten by AI based on source: https://makassar.tribunnews.com/toraja/1846490/dua-hari-air-tak-mengalir-pelanggan-pdam-toraja-utara-mengeluh, without altering the facts of the original article.